Kajian Ramadhan IPM SMAM 1 Gresik Tingkatkan Nilai Spiritual Generasi Milenials

Dipublikasikan oleh Novania Wulandari pada

IPMJATIM.OR.ID – Bulan Ramadhan tidak menjadi penghalang bagi PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Gresik untuk meningkatkan nilai spiritual kepada generasi millenials kota Gresik lewat kegiatan kajian Ramadhan IPM.

Bertemakan “Ramadhan Millenials”, kajian ramadhan IPM SMAM 1 Gresik sukses memberikan sedikit suntikan keimanan kepada jama’ah kajian Ramadhan yang kebanyakan adalah pelajar, pada Rabu (22/5).

Kajian ramadhan ini bertempat di masjid At-Taqwa Gresik dengan mengundang tokoh agama dan tokoh Inspiring hijrah, Ustad Muchlisin, S.Pd.I dan Capo Ipul (Bonek Hijrah).

Ustad Muchlisin dalam tausiyahnya, membahas tentang Penyesalan sahabat nabi yaitu Sya’ban dengan mengutip surah Qaf ayat 22. “Di dalam AlQuran, dijelaskan bahwa sesungguhnya manusia sewaktu di dunia berada dalam keadaan lalai,” ujar Ustadz Muchlisin. Ia pun melanjutkan penjelasannya terkait terjemahan dari surat Qaf ayat 22 tersebut. “Maka hal yang sekarang menimpa kamu (Kami singkapkan daripadamu yang menutupi matamu),” lanjutnya.

Maksudnya, manusia di akhir hayatnya pasti akan merasakan penyesalan mengapa selama hidup di dunia ia tidak maksimal mengerjakan ketaatannya kepada Allah. Sehingga penyesalan itu memuncak karena telah dibukakannya mata mereka. “Sehingga telah diangkat dan disingkap, manusia sudah melihat malaikat serta melihat kondisi dan keadaan di hari kiamat,” ujar ustadz Muchlisin.

Maka dari itu, tidak ada perkara yang paling disesali oleh orang beriman pada hari kiamat melainkan sedetik waktunya yang berlalu tanpa ia beriman kepada Allah.

Sementara itu, selain ustad Muchlisin yang menjelaskan tentang penyesalan, ada pula hal yang menarik di kajian ramadhan IPM SMAM 1 Gresik, juga mengundang Capo Ipul. Ia adalah Capo Bonek Hijrah, ia sangat memotivasi generasi millennials dengan menceritakan kisah perjalan hijrahnya.

Ia pun banyak bercerita tentang dunia kelamnya, yang suka minum-minuman keras, narkoba, hingga membuat capo Ipul tak bisa berhenti dan tak bisa meninggalkan zona nyaman. Tetapi penyesalan itu pun datang. “Hidayah yang datang dari Allah membuat saya sedikit demi sedikit melakukan perubahan hijrah, meskipun dengan konsekuensi dijauhi teman-teman, dipandang aneh oleh lingkungan namun hal tersebut tak membuat saya goyah, karena beliau meniatkan untuk hijrah karena Allah,” jelasnya penuh haru.

(Mirza)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *