Dampak Corona Bagi Pelajar : Tepatkah Kebijakan Meliburkan Sekolah?

Dipublikasikan oleh Deni Muriawan pada

Belakangan ini lini masa dan obrolan di masyarakat dijejali dengan obrolan tentang Virus Corona. Banyak orang mulai ramai membicarakan. Beberapa organisasi masyarakat mulai mengambil sikap. Bahkan pemerintah mulai menghimbau masyarakat (Pelajar) untuk beraktivitas didalam rumah. Yang paling terbaru adalah kebijakan terkait dengan meliburkan sekolah sampai 14 Hari kedepan, terhitung sejak tanggal 16-03-2020.

Meskipun lini masa diramaikan dengan Virus Corona, ternyata belum banyak orang faham bagaimana dan apa penyebab Virus Corona itu sendiri. Masih minim edukasi yang diberikan pada masyarakat, sehemat pengartian masyarakat bahwa Virus Corona adalah virus mematikan. Hal itu membuat masyarakat jadi gagap dan panik menyikapi Virus Corona.

Seperti halnya edukasi tentang kenapa harus mengisolasi dan meliburkan sekolah selama 14 hari?

Sejak Virus Corona menyebar, diksi Inkubasi mulai sering dibicarakan. Yang perlu difahami, sebagian virus yang masuk ketubuh manusia membutuhkan masa inkubasi sampai muncul gejala terkait virus tersebut. Sederhananya, masa inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan virus untuk berkembang sehingga dapat menimbulkan gejala pada orang yang terjangkit. Artinya, orang yang tertular virus tidak langsung menimbulkan gejala-gejala tertentu. Orang tersebut akan terlihat biasa saja, sebagaimana orang sehat lainnya. Padahal didalam tubuhnya terdapat virus.

Menurut WHO, Virus Corona memiliki masa inkubasi selam 14 hari. Oleh sebab itu penting dilakukan isolasi selama 14 hari untuk meyelesaikan masa inkubasi tersebut. Sehingga setelah masa isolasi berakhir, orang-orang yang terjangkit virus sudah menunjukan gejala dan mudah dideteksi.

Secara garis besar, libur 14 hari tujuannya bukan menghilangkan Virus Corona. Tetapi untuk memudahkan mendeteksi orang-orang yang terjangkit Virus Corona dan mengurangi risiko “penularan buta”.

Efektivitas Kebijakan Meliburkan Sekolah?

Berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah bermacam variasi menghadapi wabah Virus Corona. Salah satu kebijakan yang dapat diambil yakni, meliburkan sementara proses belajar mengajar di sekolah dan universitas serta mengimbau mereka belajar di rumah. Kemudian membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja dari rumah dengan menggunakan interaksi online dengan tetap mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ada pula meningkatkan pelayanan pengetesan infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal dengan memanfaatkan kemampuan rumah sakit daerah bekerja sama dengan swasta.

Kebijakan pemerintah tentang meliburkan sekolah adalah kebijakan yang secara langsung dirasakan oleh pelajar. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana efektivitas dari kebijakan tersebut.

Secara tujuan, kebijakan tersebut perlu diapresiasi sebagai langkah sigap menyikapi wabah Virus Corona. Pun juga kebijakan tersebut sangat efektif untuk menangkal menularnya wabah Virus Corona. Tapi apakah para pelajar tersebut memahami maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut? Selanjutnya, apakah para pelajar bisa mengimplementasikan maksud dan tujuan kebijakan tersebut?

Apakah mereka diberi sosialisasi tentang virus tersebut? Bagaimana penyebaran virus itu, lalu bagaimana mencegah atau bahkan menghindarri penyebaran virus itu agar tidak tertular? Setidaknya meminimalisir penyebarannya.

Pada kenyataannya, setelah pengumuman kebijakan tersebut disampaikan melalui WAG, media sosial maupun secara langsung tak banyak pelajar mengimplementasikan maksud dan tujuan kebijakan tersebut. Di pusat keramaian kota (Mall dan Cafe) masih banyak pelajar yang asik nongkrong.

Dipelosok desa, para pelajar pun juga masih asik nongkrong di warung-warung kopi khas desa. Hal itu berbanding terbalik dari maksud dan tujuan kebijakan tersebut yang mengharuskan pelajar belajar dirumah serta membatasi aktivitas diluar rumah.

Selain edukasi terhadap pelajar, perlu juga ada edukasi terhadap orang tua, guru dan masyarakat. Sehingga semua elemen masyarakat bisa memahami maksud dan tujuan untuk mendukung dan mengawal kebijakan tersebut. Sangat disayangkan jika kebijakan yang telah dikaji sedemikian rupa tidak mampu membuahkan hasil seperti maksud dan tujuan kebijakan tersebut. Edukasi menjadi hal penting untuk mendukung terlaksananya dan tercapainya maksud dan tujuan tersebut.

Mari tingkatkan kewaspadan sebagai pelajar, implementasikan kebijakan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Mari bersama mengedukasi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar guna membantu tersebarnya wabah Virus Corona.

Lamongan, 16 Maret 2020

Oleh :

Dedi Kurniawan

Ketua Umum PW IPM Jawa Timur periode 2018-2020

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *