IPM Tuban Menjadi Kiblat Perkaderan di Jawa Timur

TUBAN, Guna mewujudkan pergerakan pelajar di Tuban, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Tuban adakan Pelatihan Kader Taruna Melati 2 (PKTM 2). Bertemakan “Menumbuhkan Generasi Berkemajuan, Menciptakan Gerakan Berkelanjutan”, pelathan kader ini bertempat di SD Muhammadiyah 1 Bancar Kabupaten Tuban.

Selama 4 hari (17-20/6) sebanyak 30 peserta yang terdiri 25 dari Tuban dan 5 dari luar Tuban (Lamongan, Gresik, Surabaya, Ponorogo dan Tangerang Selatan).

Peseta dibekali dengan materi yang sesuai dengan Sistem Perkaderan IPM (SPI). Hal itu dibuktikan dengan mendatangkan 3 pemateri dari Bidang Perkaderan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur dan Ketua PW IPM Jawa Timur. Selain itu materi yang disampaikan meliputi “Analisis Sosial dan Apriciative Inquiry”, “Tauqid Sosial”, “Paradigma Pergerakan Pelajar”, dan “Manifestasi Gerakan Pelajar Berkemajuan”.

Tak hanya itu, peserta juga memperolah materi mengenai “Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM)” dari Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, dan materi mengenai “Analisis Kebijakan Pendidikan” yang disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen PDM Tuban dan ditutup dengan motivasi dari Drs. H Kuswiyanto, M. Si. (DPR RI Dapil IX).

Rifqi Argadianto selaku Sekretaris Umum PD IPM Tuban dalam penutupan PKTM 2 mengatakan  “Jawa Timur itu besar dan luas, siapa yang tak kenal dengan Surabaya dengan aneka ragam pergerakkannya, siapa yang tak kenal Malang dengan UMM-nya, atau bahkan Lamongan yang tak terhitung lagi banyaknya kader yang dimiliki.

“Kita semua tau semua orang Islam berkiblatkan pada Makkah Al-Mukaromah, dan secara letak geografi Indonesia terletak disebelah timur Makkah. Kesimpulannya Jawa Timur berkiblat pada Makkah yang mengahadap ke barat, dan secara territorial Tuban merupakan daerah di bagian barat Jawa Timur. Dan harapan kami, semoga dengan terlaksannya kegiatan ini Tuban dapat menjadi Kiblat Perkaderan di Jawa Timur” pungkas Rifqi.

Pada pelaksanaanya, peserta dilibatkan dalam berbagai kegiatan, tak terkecuali dalam pelaksanaan beribadah. Peserta  dilibatkan untuk memberikan Kuliah Tuju Menit  (Kultum) setelah pelaksannan sholat. Tak hanya sampai disitu, peserta juga diberi kesempatan untuk menjadi Imam sholat fardhu dan sholat Tarawih. (*) (anf)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *