GRESIK – Untuk kali kedua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Panceng-Gresik melantik di tempat terbuka. Tepatnya di Bukit Telogo Waru Banyu Urip kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik.

Kali ini Amirul Ilham yang bertindak sebagai ketua umum PC IPM Panceng melantik PR IPM MAM 02 Banyutengah. Pelantikan ini dikemas bersamaan dengan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang pesertanya adalah seluruh jajaran kepengurusan PR IPM MAM 02 Banyutengah. Kegiatan ini semestinya dilaksanakan hari kamis-jum’at (11-12 /01/2018). Berhubung hujan yang tiada henti mengguyur lokasi pada sore harinya peserta LDKS di pulangkan pada hari kamis malam. Menimbang kesehatan dan keselamatan peserta LDKS dan juga medan yang juga tidak memungkinkan untuk beristirahat serta kondisi cuaca yang dingin.

Namun tidak terbuang begitu saja, para peserta LDKS tetap bersyukur karena 2 materi telah terlaksana, yakni materi tentang kepemimpinan dan organisasi. Bapak Imam dari KORAMIL Panceng yang mengisi materi kepemimpinan mengatakan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai sifat yang tegas. “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” Tuturnya dikutip dari perkataan ki Hajar Dewantara.

Sementara itu dari materi keorganisasiandan yang diisi oleh Ipmawan Husnul Huluqi. Beliau menyampaikan pengertian dan pentingnya berorganisasi. “Organisasi adalah sekumpulan orang banyak yang bertujuan sama, seperti bangunan yang saling menguatkan” ujar Oqi panggilan akrabnya.

Tetapi yang paling membuat bangga oleh PC IPM Panceng dan dewan guru yang turut hadir dalam acara tersebut yakni semangat peserta tidak terkuras untuk melantunkan janji dan baiat selaku pimpinan meski hujan mengguyur mereka. “Semoga semangat kalian tidak sampai disini saja, tetapi pulang dari sinipun kalian masih tetap semangat untuk mengemban tugas dan amanah yang diembankan kepada kalian selaku pimpinan” ungkap Amir, sapaan akrabnya. Dilanjut dari Ketua yang terpilih yakni Moh Ainun Fitroni berharap Jangan sampai program kerja kita ini menjadi sebuah tinta kosong yang tak bertuan, sebuah tinta yg tak tau arah jalan pulang karna kelak tinta ini akan di minta pertanggung jawaban di akhir masa” Pesan Ainun.

Ditutup oleh Bapak Mohammad Thohirin Kepala Sekolah menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah Untuk menempa anak supaya mandiri dan bidik kari (berdiri dikaki sendiri) dan bertanggung jawab, sesuai dengan sifat nabi (sidiq, amanat, tabligh, fatona) Tutup Thohirin. (Amirul)