Setelah dilaksanakan diklat angkatan pertama Komando Pasukan Pelajar Muhammadiyah (KOMPAS-PM) Bojonegoro, kali ini (Jum’at-ahad, 9-11 Maret 2018) Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bojonegoro melaksanakan Diklat angkatan II berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Ngawi.

 

“Kami ingin KOMPAS-PM bisa berkembang di daerah-daerah khususnya di Jawa Timur. Pelajar harus bisa eksis, tidak harus eksis didalam sekolah saja tetapi diluar sokolahpun harus eksis, Kami mencoba saling bekerjasama antar daerah-daerah untuk mengembangkan komunitas-komunitas yg ada di Jawa Timur, tanpa kita saling mendorong, mensuport, maka komunitas yang ada di Jawa Timur ini tidak akan bisa berkembang. Pungkas Ipmawan Sigid Kurniawan, Ketua Umum PD IPM Bojonegoro.  “Komunitas menurut kami adalah sebuah wadah untuk menampung bakat dan hobi para pelajar.” Tanbah ipmawan Sigid  Kurniawan yang juga merupakan Panglima KOMPAS-PM Bojonegoro.

Tentunya pada kegiatan kolaborasi Diklat KOMPAS-PM kali ini kedatangan calon personil dari PD IPM Ngawi, ipmawan Eko selaku Ketua umum PD IPM Ngawi berharap dengan adanya kolaborasi dalam kegiatan ini selain untuk Mempererat tali silaturahiim juga meningkatkan pengalaman. “Kami ingin belajar dari PD IPM Bojonegoro terkait KOMPAS-PM agar nantinya PD IPM Ngawi mampu mengamati, meniru serta memodifikasi hal tersebut untuk lebih memajukan pergerakan komunitas komando di Ngawi.” Kata Ipmawan Eko.

 
Selain itu untuk memunculkan kesan seorang pasukan, dalam kegiatan yang menarik ini seluruh calon personil saling bergantian untuk memotong rambut dengan alat yang sudah disediakan, makanpun mereka juga mengunakan alas dari daun jati.
Diklat tersebut dilaksanakan di daerah pegunungan tepat nya di Maibit, Rengel, Tuban. Bukan hanya itu saja namun ada hal yang sangat unik diantaranya yakni pada saat pembaretan mereka berlari didalam sendang (danau) untuk mengambil seragam dan kaberet yg ada disebrang.

Wah.. asik dan unik, kan? (Afiatin)