Memahami Pola Gerakan IPM di Era Progresif (Sebuah Tips untuk Pimpinan Ranting IPM)

Oleh: Alfa Rezky Ramadhan
(Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur)

Mengawali tulisan ini izinkan saya menguraikan beberapa frasa mengenai motif di balik tulisan ini. Saat dulu saya menjabat di Pimpinan Cabang, saya sering diminta untuk mengisi materi ke-IPM-an di beberapa Pimpinan Ranting. Di situ pula saya mengetahui bahwa sebenarnya anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di tingkatan ranting memiliki suatu masalah, yaitu kebingungan dalam memahami pola gerakan IPM. Bahkan kesulitan dalam memahami IPM itu sendiri padahal setiap dua tahun sekali permusyawaratan diadakan dan kemungkinan terjadi perubahan fokus terhadap isu sangat besar karena memang IPM sekarang berada dalam era progresif. Hal ini lah yang menyebabkan agenda aksi dalam IPM tidak berjalan secara massif bahkan berjalan secara dangkal. Sehingga saya berusaha untuk menguraikan dengan cara-cara sederhana untuk mengatasi masalah tersebut.
Pimpinan Ranting merupakan hakikat dari IPM itu sendiri sebagai organisasi. IPM tidak akan bisa bergerak tanpa Pimpinan Ranting. Karena Pimpinan Ranting adalah basis massa dan tubuh dari IPM itu sendiri. Sesungguhnya berapapun penghargaan yang diberikan kepada Pimpinan Pusat IPM tidak ada gunanya apabila rantingnya mati atau tidak bergerak sesuai karakter gerakan yang ada di tingkatan pusat atau tingkatan elit pimpinan di atasnya seperti cabang, daerah dan wilayah. Apabila itu terjadi maka gerakan IPM adalah semu. Oleh sebab itu Pimpinan Ranting merupakan bagian yang sangat penting dalam IPM dan seharusnya menjadi prioritas utama.
Setelah mengetahui bahwa Pimpinan Ranting merupakan bagian penting dari IPM maka mari kita analisis, sudah sesuai kah karakter gerakan ranting kita dengan wacana-wacana yang berada di tataran pusat dan wilayah? Pimpinan Pusat secara umum memiliki tiga agenda aksi yang menjadi karakter gerakan IPM saat ini. Ketiga agenda aksi tersebut didapatkan dari analisa isu-isu nasional dan global dengan metodologi 4D-Cycle dari Appreciative Imquiry yang disahkan dalam Muktamar XX IPM di Samarinda. Tiga agenda aksi yang terdapat dalam Tanfidz Muktamar XX tersebut yaitu Gerakan Jihat Literasi, Gerakan Pendampingan Teman Sebaya, dan Gerakan Konservasi Lingkungan. Selain itu, PW IPM Jawa Timur juga memiliki empat agenda aksi yang seharusnya menjadi karakter gerakan di setiap Pimpinan Ranting se-Jawa Timur sebagai manifestasi (perwujudan) dari keputusan Muktamar XX IPM. Agenda aksi tersebut yaitu, Gerakan Komunitas Kreatif, Gerakan Mandiri Pelajar, Gerakan Jihat Literasi, dan Gerakan Konservasi Ekologi. Apakah ranting kita melaksanakan program kerja yang mengarah ke agenda-agenda aksi di atas?
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana memahami dan mengetahui program-program yang diputuskan ditingkatan pusat maupun wilayah secara up to date? Berikut merupakan cara-cara sederhana untuk mengetahui dan memahami karakter gerakan IPM seaktual mungkin:

Mengunjungi Akun Instagram IPM Secara Rutin
Menjelajahi akun-akun instagram pimpinan IPM merupakan cara yang paling mudah dan populer untuk di lakukan dari pada mengunjungi media sosial yang lainnya walaupun media sosial yang dimiliki oleh IPM bukan hanya instagram. Selain karna instagram merupakan media sosial yang sangat populer akhir-akhir ini, juga karena instagram berbasis gambar dan vidio yang menarik. Dengan cara ini kita bisa lebih efektif dan efisien dalam melakukan studi banding secara virtual dari pada melakukan studi banding dengan cara mengunjungi pimpinan yang lainnya yang juga membutuhkan biaya yang cukup besar.
Akun instagram sekarang menjadi strategi alternatif IPM untuk mensosialisasikan gerakannya. Di dalam instagram kita dapat mencari akun pimpinan mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Ranting di seluruh nusantara. Hal ini sangat efektif karena pimpinan dalam IPM berlomba-lomba untuk mengupdate kegiatannya sebagai sarana publikasi dan saling meginspirasi.

Mengunjungi Website IPM Secara Rutin
Selain mengunjungi Instagram dan media sosial yang lainnya, kita juga dapat mengunjungi website pimpinan yang rata-rata elit pimpinan seperti Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah memilikinya. Di dalam website pimpinan kita akan mendapatkan informasi yang lebih rinci dan terpercaya terhadap perembangan gerakan IPM. Selain berita, website pimpinan IPM juga menawarkan rubrik-rubrik bacaan yang lainnya seperti opini dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, tidak salahnya kita secara rutin meluangkan waktu untuk mengunjingi website-website pimpinan yang dengan mudah akan kita temukan melalui mesin pencari dalam Google.

Membaca Artefak (Literatur) IPM
Membaca artefak-artefak IPM merupakan salah satu cara yang sangat dianjurkan. Artefak-artefak IPM yang berupa tanfidz, buku pedoma, buku populer, majalah dan lain sebagainya merupakan literatur yang menjadi sumber utama IPM dalam bergerak. Dengan membaca artefak-artefak IPM kita akan mendapatkan informasi yang lebih rinci bahkan sangat mendalam. Beberapa artefak IPM bahkan menjelaskan mengenai ideologi atau paradigma IPM sehingga apabila sebagai kader kita ingin secara serius mengkaji IPM harus suka membaca khususnya memberi perhatian lebih kepada artefak-artefak IPM.
Namun kelemahan dalam cara ini adalah sulitnya menemukan dan mendapatkan artefak-artefak IPM. Walau Pimpinan Pusat IPM sudah menerbitkan andro IPM sebagai aplikasi yang salah satu keunggulan di dalamnya adalah dapat membaca berbagai pedoman resmi keluaran Pimpinan Pusat IPM, namun literatur yang diberikan masih saja kurang dalam merangkai pemahaman kader terhadap pola gerakan IPM di era progresif ini. selain itu Pimpinan Pusat IPM juga memiliki majalah Kuntum yang menyajikan berbagai informasi mengenai IPM, namun distribusi dan informasi yang bisa didapatka hanya bersifat lokal dan belum berskala nasional. Namun sebagai kader, perjuangan dalam mendapatkan artefak-artefak IPM merupakan sebuah bentuk jihat literasi tersendiri.

Mengikuti Permusyawaratan IPM
Permusyawaratan IPM seperti Muktamar, Tanwir, Konpiwil, Musywil, dan permusyawaratan lainnya di berbagai tingkatan pimpinan merupakan forum yang membahas keberlangsungan IPM secara serius. Dengan mengikuti forum ini, kita dapat mendapatkan informasi yang banyak mengenai IPM dan segala keputusan permusyawaratannya. Selain itu kita juga dapat bertemu dengan kader-kader dari pimpinan lain sehingga kita dapat berbagi informasi satu dengan lainnya dan membangun konektifitas. Bahkan dengan mengikuti permusyawaratan ini kita dapat ikut andil dalam perumusan berbagai keputusan strategis yang sedang dibahas.

Mengikuti Taruna Melati
Taruna Melati adalah pelatihan perkaderan formal yang di miliki IPM. Dalam Taruna Melati dibahas dan dikaji secara menadalam mengenai IPM dan Muhammadiyah melalui materi-materi dan metode pelatihan yang disusun secara tersetruktur. Dengan mengikuti Taruna Melati sesuai dengan jenjang yang ada akan memberikan perubahan kepada kita dan melatih kita secara afektif, kognitif dan psikomotorik. Selain itu setelah mengikuti Raruna Melati kita dianggap sebagai kader dan mendapat misi untuk menggerakkan IPM sengan baik dan benar. Manfaat yang didapatkan dengan mengikuti Taruna Melati tidak hanya sebagai wahana untuk memahami pola gerakan IPM, namun juga banyak manfaat lainnya karena Taruna Melati merupakan salah satu forum ilmiah yang merupakan sumber dari gagasan-gagasan gerakan IPM berawal. Walau cara ini merupakan cara yang paling lambat dalam massifikasi gerakan, namun hasilnya luar biasa.

Aktif Dalam Kegiatan-kegiatan Pimpinan yang Lebih Tinggi
Aktif dalam berbagai kegiatan IPM di pimpinan yang lebih tinggi akan memberi pengalaman dan wawasan kita mengenai pola gerakan IPM. Selain itu kita dapat belajar lebih banyak dari pimpinan di atas kita dalam mengelola organisasi. Banyak kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan untuk menunjang kualitas kader, sehingga berpartsipasi penuh dalam kegiatan-kegiatan IPM merupakan cara yang juga sangat efektif dalam mengenal dan memahami pola gerakan IPM.

Tips-tips di atas merupakan salah satu ikhtiar untuk memahami pola gerakan IPM yang sesungguhnya sehingga dapat kita implementasikan secara nyata dalam pimpinan kita masing-masing. IPM memiliki pola gerakan yang unik dan unggul dibandingkan organisasi kepelajaran yang lainnya. Jangan merasa lelah dalam mengenal ikatan tercinta ini dan mari selalu kita ikrarkan semangat dan komitmen kita dalam IPM berjaya.

Salam apresiatif untuk Ipmawan-Ipmawati terhebat
Nuun Walqalami Wamaa Yasthuruun

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *