Kota Surabaya merupakan salah satu Kota Metropolitan di Indonesia, dengan berbagai prestasi serta penghargaan yang telah diraih. Surabaya yang juga Ibu Kota Jawa Timur menjadi salah satu Kota yang memiliki prestasi pada tingkat Nasional dan Internasional. Berbagai penghargaan berhasil diraih oleh Kota dengan julukan Kota Pahlawan tersebut. Prestasi yang telah diraih oleh Surabaya sangat berpengaruh terhadap semangat arek-arek Suroboyo untuk semakin mencintai serta menjaga Kota Surabaya sebagai Kota yang penuh romantisme perjuangan pada masa lalu.

Semangat yang dimiliki warga Surabaya tidak hanya dalam konteks prestasi, namun semangat kebersamaan serta semangat juang menjadi hal yang utama bagi warga Surabaya. Hal tersebut terbukti dari simbol “Bonek” yang selalu menjadi api semangat tersendiri bagi persatuan warga Surabaya. Meskipun pada dasarnya Bonek adalah nama dari Supporter club Persebaya Surabaya, namun Bonek juga menjadi simbol semangat arek-arek Suroboyo dengan jargon “Salam Satu Nyali, Wani”.

Secara historis Surabaya juga memiliki kisah nyata yang cukup menggugah hati serta membangkitkan semangat bahwa Suroboyo tidak mampu dipecah belah oleh siapapun dan oleh isu apapun. Suroboyo hanya mengenal bersatu, bersatu, dan bersatu. Sebagaimana semangat Bung Tomo sebagai simbol perlawanan arek-arek Suroboyo pada saat itu untuk mengusir penjajah yang hampir saja menguasai Surabaya. Namun penjajah berhasil diusir oleh arek-arek Suroboyo dengan semangat juang dan persatuan. Maka dari itu, tidak ada alasan sedikitpun untuk memecah belah Surabaya dengan isu apapun. Warga Suroboyo harus tetap bersatu dalam semangat “WANI” tidak mudah terprovokasi.

Adanya aksi terorisme yang merugikan banyak hal termasuk nyawa serta stabilitas keamanan Surabaya harus disikapi dengan kewaspadaan serta tetap menjaga persatuan, bukan menyalahkan atau saling tuding berdasar provokasi murahan. Dalam sejarah Suroboyo tidak pernah ada perang antar warga, tidak pernah ada konflik antar Agama. Dalam sejarah Suroboyo hanya tercatat berhasil meletuskan pemberontakan 10 November yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan secara Nasional. Oleh karena itu jiwa patriotisme harus tetap melekat dalam jiwa arek-arek Suroboyo, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu murahan.

#suroboyosiji
#suroboyowani

Hormat saya,
Alfianur Rizal R.R.A
PW IPM Jawa Timur