By : Alfarisi Hudan Hakiki (Wakil bendahara PW IPM Jatim 2016-2018)

Keringat mulai menetes satu demi satu cairan yang keluar dari dalam tubuh. Kibasan angin, melewati renung tubuh yang mulai lemah dan letih ini. Pikiran akan terus berjalan, didalam rasa optimistis yang tinggi dalam diri setiap manusia. Cuaca panas menemani hingga matahari sedikit demi sedikit akan mengurangi intensitas pancaran cahayanya di muka bumi ini. Kelak, matahari akan menghilang, digantiakn dengan pancaran aroma surga, bulan yang terang dimalam hari.
Rintik air, mulai terasa disalah satu panca indra yang telah diciptakan oleh Allah SWT bagi setiap makhluknya. Aroma khas, masuk dalam hirupan udara segar di sore hari. Air, terus berjatuhan dari atas langit yang hitam kelam. Tuhan mengerti, akan keinginan setiap makhluknya. Rintik berganti dengan suara air, yang turun begitu deras dan cepat dari kedengaran telinga ini. Sebesar dunia, harapan yang datang setiap barokah atau rezeqi dari sang pencipta. Ada banyak harapan yang terealisasikan dengan adanya air hujan yang turun. Begitu indahnya, sang pencipta menghibur makhluk ciptaanya tanpa adanya hegemoni belaka. Sebuah impian dan harapan yang pastinya, in syaa Allah akan terkabulkan dalam setiap langkah.

Impian indah, harus diperjuangkan hingga keindahan impian itu tampak. Tidak ada impian yang datang begitu saja, tanpa didasari dengan kekuatan kerja yang tinggi. Beribu cara, beribu tonase air keringat yang keluar dari tubuh. Hanya, untuk satu tujuan mulia, yakni sebuah impian yang terpendam dalam lubuk hati serta terbang tinggi melayang diatas batas nalar otak manusia. Sedikit demi sedikit rencana harus diatur sedemikian rupa. Tidak hanya satu rencana, tetapi beraneka macam rencana harus telah disusun sedemikian rupa. Rencana dan strategi dalam menggapai impian tidak begitu saja dibuat tanpa adanya landasan kemampuan personal, dalam melakukan rencana tersebut kedepan. Belum sampai pada rencana satu, ujian bakal menghampiri dan itu adalah keniscayaan dalam melakukan kehidupan beragama dimuka bumi ini.

Allah SWT, Tuhan yang maha benar serta memiliki kuasa penuh menerangkan dalam sebuah pedoman untuk kehidupan manusia. Setelah kesulitan, akan datang bala bantuan kemudahan. Tidak bakal diketahui kedatangannya, tidak bisa diketahui siapa yang akan membantu dan tidak akan diketahui dimana bantuan itu akan datang. Refleksi setiap insan manusia dalam melawan nafsu serta dorongan keinginan kemudahan, dalam menjalankan sesuatu akan direpresentasikan dengan kenyataan yang ada nantinya. Satu demi satu impian akan terus tergapai, dengan usaha keras yang telah kita pertaruhkan sejak impian itu masih buram pada pemikiran setiap insan yang merindukan kejayaan di dunia dan di akhir kehidupan kelak.

Impian, satu impian akan terlewatkan dengan berbagai macam akhir pada setiap perjalanan mengampai impian tersebut. Idealitas, insan dengan penuh taqwa dan bermuatan keimanan akan diuji dalam menjalankan kegiatan meraih impian. Tuhan yang maha berkuasa akan kehidupan ini, mengharakan setiap insan dapat menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangnya. Kekhawatiran tuhan pada hambanya dituangkan dalam kitab suci dan pesan tersirat dari sejarah kehidupan manusia, semenjak dibawah kepemimpinan nabi Adam AS hingga dibawah komandan ummat islam selaku nabi akhir zaman Muhammad SAW. Keimanan an-nas atau manusia akan fluktuatif dalam menggarungi bahtera kehidupan di dunia ini. Manusiawi, kecuali para nabi dan rasul yang diberikan kelebihan dalam menjalankan kehidupan didunia ini.

Selebihnya, kami hanyalah manusia biasa penuh dengan khilaf serta akan selalu intropeksi diri demi terbentuknya ummat atau sekumpulan pengikut yang taat akan aturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan segala ciptaan. Satu tujuan yang baik digabungkan dengan berbagai pemikiran dan strategi yang baik, akan menghasilkan kebaikan pula pada akhirnya. Oleh karena itu, impian harus disandingkan dengan keimanan, keilmuan serta strategi yang matang demi memperoleh hasil yang baik. Keimanan seseorang akan mempengaruhi rana gerak dan sikap setiap insan individu dalam berkehidupan, yang ditopang pula oleh keilmuan yang dimiliki.
Pada akhirnya, setiap insan manusia buah hasil ciptaanya harus dapat kembali padanya dengan dentuman pada hati yang tiada tara. Berupaya melawan ketidak sesuaian kehidupan yang dinaungi bercak – bercak hitam dalam menuju jalan yang sesuai dengan keimanan dan kepribadian kita sebagai manusia yang bertuhan. Dalam setiap langkah, pasti ada langkah sebelum dan langkah yang akan datang. Begitu indahnya, kehidupan ini direncanakan oleh Allah SWT untuk seluruh manusia dimuka bumi serta ciptaan lainnya. Keadilan serta kecukupan akan selalu diperhatikan olehnya, tanpa melihat apa yang sudah dimiliki ataupun apa yag belum dimiliki setiap ciptaanya. Tidak ada waktu yang kekal bagi Allah SWT dalam memberikan garis cahaya kedepan yang ditaburi kilau emas dalam pencapaiannya, datang begitu saja tanpa ada yang bisa merasakan cikal bakal kedatangan rezeqi yang diberikan olehnya. Penghormatan dan kesetiaan padanya akan terus kami jalankan, walau ditengah penyebaran virus anti ketuhanan yang cukup signifikan pada zaman ini. Syukur akan selalu kami berikan padamu, walaupun dalam keadaan susah maupun senang. Allah SWT tahu, apa yang terbaik untuk setiap ciptaanya, usaha dan doa harus sejalan dalam hidup ini untuk menggapai impian kelak.

Teruntuk pelajar, yang senantiasa bangga dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini. Demi tercapainya barokah diakhirat kelak.
Nuun wal qalami waa ma yasthturun