Sambut tahun 2018, IPM Lamongan Ajak Pelajar Kembali Ke Masjid

LAMONGAN – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk membangun budaya baik di kalangan pelajar.  Gerakan itu dinamakan Student Back To Mosque yang dirintis untuk mengajak pelajar-pelajar untuk kembali ke masjid sebagai basis keilmuan dalam beragama dan bernegara. Salah satu usaha tersebut adalah dengan menggelar kajian akbar akhir tahun pada Sabtu,  30/12 di Masjid Al Ihsan Tumenggung Baru Lamongan. Dan dihadiri oleh ratusan warga sekitar dan juga ipmawan dan ipmawati se-kabupaten Lamongan.

Acada yang dipandu langsung oleh ketua umum IPM Lamongan, Ipmawan  Irvan Shaifullah tersebut mengusung tema “Yerusalem Untuk Siapa?”

Irvan membuka acara tersebut dengan mengemukakan beberapa fakta Palestina dan Yerussalem terkini.  Salah satunya adalah sikap beberapa negara yang mendukung Presiden Amerika Donald trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.  “Walaupun sedikit sekali yang mendukung sikap Amerika,  Amerika seakan akan digdaya mengancam negara-negara yang berseberangan pendapat dengan mereka,  lantas bagaimana kita umat islam menganalisis peristiwa tersebut?,” sambungnya

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara adalah Bapak Masroin,  selaku Ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan yang menjelaskan secara khusus tentang sejarah kekuasaan Yerusalem. Dari mulai romawi,  Islam dan Yahudi.

Bapak Masroin mengungkapkan bahwa tidak ada agama yang paling toleran dalam pengelolaan Yerusalem kecuali Islam.  Masroin menyontohkan Umar bin Khattab ketika menaklukkan Yerusalem juga Shallahudin Al Ayyubi.  “Dipimpin Islam,  semua warga baik yahudi maupun nasrani diperbolehkan melaksanakan perintah beragamanya secara aman dan nyaman,”ungkapnya

Sebagai pembicara kedua, Bapak  Piet Hizbullah Khaidir,  Mantan Ketua DPP IMM yang menganalisis politik negara-negara islam dan internasional dalam perkara Yerusalem.  Pengasuh Ponpes Al Ishlah, tersebut mengungkapkan bahwa negara negara yang berbasis islam bahkan memiliki sikap yang berbeda beda dalam menyikapi persoalan Yerusalem.  “Ada yang menolak dengan halus,  ada yang menolak dengan pengecualian atau bahkam ada yang menolak demi kepentingan politik saja,” Ungkap Mas Piet.

Mas Piet mengungkapkapkan umat islam sedang mengalami masalah yang kompleks dari berbagai hal.  “Kekuasaan kekuasaan barat atas ekonomi,  politik,  dan sebagainya begitu sangat terasa cengkeramannya  dan itu membuat Negara-negara di Timur tengah belum bersatu secara maksimal,” sambungnya.

Mas Piet mengungkapkan umat islam akan mendapatkan kembali kekuasaan atas yerussalem jika umat islam menggalang persatuan dalam tiga aspek.  Ketiganya adalah Iman,  ekonomi dan politik, tutupnya.

Kajian ini adalah rangkaian acara kajian akhir tahun yang berkerjasama dengan remaja masjid di kec Lamongan selama tiga hari berturut turut.  Dimulai di Masjid Al Ihsan,  Masjid Al azhar dan terkahir di Masjid Jami Al Muttaqin Tambakrigadung. (Irvan Shaifullah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *