Lompat ke konten

Hari Anak Dikotori Oleh Kasus Bullying

IPMJATIM.OR.ID – Tepat pada Sabtu 23 Juli 2022 kita kembali memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Menurut Kementerian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Peringatan Hari Anak Nasional dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Banyak cara yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam melindungi dan mencerdaskan anak-anak bangsa. Kita bisa melihat dari banyaknya sekolah yang telah berdiri dan yang paling kelihatan adalah adanya kementrian yang mengurus khususnya untuk permberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Namun, masih banyak masalah yang belum terselesaikan sampai sekarang dan terus berulang. Yakni bullying, kemarin kita dikagetkan dengan pemberitaan tentang kasus bullying yang berefek sampai meninggal dunia.

Banyak pemberitaan menyebutkan, bahwa korban dipaksa berhubungan dengan kucing dan direkam sehingga membuat korban depresi. Korban meninggal dunia dalam keadaan depresi yang mengaku kepada orangtuanya sakit tenggorokan.

Sekolah dan orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk pencegahan, para guru harus peka terhadap siswa yang mengalami bullying dan segera mengambil tindakan. Tidak hanya itu, sekolah memiliki kewajiban untuk mengedukasi tentang bahaya bullying.

Orang tua juga harus selalu memperhatikan anaknya, menanyakan aktifitas-aktifitas yang dilakukan anak ketika tidak dalam pengawasan kita, entah itu disekolah ataupun dilingkungan bermainnya.

Selain itu, saya pribadi mengajak kepada seluruh pelajar untuk ramaikan slogan STOP BULLYING serta mari saling mengingatkan dan mengedukasi teman-teman dilingkungan sekolah ataupun rumah untuk menjauhi bullying.

Saya mengajak teman-teman untuk mengetahui cara mengatasi bullying sehingga kasus diatas terjadi lagi.

Pertama, mengidentifikasi teman kita yang mengalami bullying.

Kedua, mengajak korban bullying untuk berteman.

Ketiga, mencari cara untuk melawan

Keempat, melaporkan kepada guru atau orangtua

Saya juga berharap besar kepada kemetrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk bertindak pada kasus yang terjadi di Tasikmalaya baru-baru ini serta mengevaluasi dan membuat kebijakan yang tegas agar kasus serupa tidak terjadi lagi ditiap tahunnya.

(Iqbal Akbar Albani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *