Skip to main content

IPMJATIM.OR.ID – Dalam semangat kebersamaan di Bulan Syawal, Bidang Perkaderan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Kopdar dan Halal Bihalal Bidang Perkaderan Pimpinan Daerah IPM se-Jawa Timur pada 9 April 2025.

Forum yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting ini mengusung tema “Silaturrahmi dalam Simpul Teknologi: Refleksi, Rekoneksi, Restorasi”, sebagai wujud konkret dari integrasi nilai kebersamaan dengan lompatan strategis berbasis teknologi.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu ide dan refleksi bersama mengenai arah gerak perkaderan IPM ke depan, sekaligus mempererat jaringan komunikasi dan koordinasi pasca-Idulfitri. Peserta yang terdiri dari Bidang Perkaderan PD IPM se-Jawa Timur mengikuti rangkaian agenda dengan penuh antusiasme dan kesungguhan. Suasana semakin hidup dengan hadirnya sesi pantun lebaran yang interaktif dan hangat, menjadi pembuka yang menyegarkan sebelum diskusi mendalam dimulai.

Lebih dari sekadar ajang silaturrahmi, agenda ini menjadi wadah produktif dalam menggagas serta memformulasikan langkah-langkah strategis untuk menyongsong reformasi SPI dan Paradigma Baru IPM, termasuk konsolidasi implementasi Buku Pedoman Pelaksanaan IPM Kids sebagai pedoman kaderisasi di tingkat pendidikan dasar.Salah satu titik berat pembahasan adalah koordinasi pelaksanaan Pilot Project SPI dan Paradigma Baru Regional Jawa Timur, proses yang menjadi tonggak awal menuju pembaruan sistemik dalam kaderisasi IPM. Koordinasi ini merupakan wujud yang menandai keseriusan Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur dalam mengambil peran aktif sebagai fasilitator dan pendamping teknis di Pimpinan IPM se-Jawa Timur yang menjadi objek uji coba agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan maksimal dan mencapai keberhasilan kolektif.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Ipmawan M. Hengki Pradana, menegaskan bahwa perkaderan adalah sumbu utama yang menggerakkan roda organisasi. Oleh karena itu, bidang ini harus senantiasa bergerak progresif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta inovatif dalam menjawab tantangan-tantangan kontemporer yang dihadapi pelajar Muhammadiyah. Beliau menekankan bahwa kualitas kader bukan hanya ditentukan oleh intensitas proses, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam merespons kebutuhan aktual dan membangun sistem yang berkelanjutan.

Melanjutkan arahan tersebut, Ipmawati Aida Meilina sebagai Ketua Bidang Perkaderan menyampaikan pembahasan konsolidasi serta menggarisbawahi pentingnya pemerataan akses informasi kaderisasi di seluruh tingkatan kepemimpinan. Ia menyatakan harapan agar seluruh Pimpinan Daerah IPM se-Jawa Timur mampu memperoleh pemahaman yang utuh, integral, dan setara terkait sistem perkaderan yang tengah dikembangkan. Harapannya, proses kaderisasi di Jawa Timur dapat terbebas dari disparitas, baik dalam hal pemahaman konseptual maupun implementasi metode sehingga tercipta keselarasan gerak antarstruktur.

Melalui kegiatan ini, Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur menegaskan kembali komitmen kolektifnya untuk membangun pola komunikasi yang efektif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan sinergi lintas struktur. Komunikasi yang dibangun tidak hanya sebagai alat koordinasi teknis, tetapi juga sebagai medium strategis dalam menciptakan ekosistem organisasi yang saling menguatkan, berkelanjutan, dan responsif terhadap dinamika zaman.

Penulis: Aida M.

Leave a Reply