Oleh : M. Rasyid Ilham Maulana
Saat ini, etika moral pelajar mengalami tantangan yang cukup besar. Hal ini berkaitan erat dengan semakin maraknya pengaruh perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pelajar yang lebih terfokus pada interaksi di dunia maya dibandingkan interaksi sosial langsung, sehingga nilai-nilai seperti sopan santun, empati, dan tanggung jawab mulai tergerus, serta ditambah juga dengan turunnya minat belajar dan perhatian orang tua.
Ditambah juga adanya pergaulan bebas yang kurang ada manfaatnya bahkan bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain, hal ini juga menjadi penyebab turunnya moral dan etika pelajar pada saat ini. Misalnya, di lingkungan sekolah, kita sering melihat pelajar yang sibuk dengan ponsel mereka, bahkan saat berada dalam kelas.
Pada dasarnya teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap proses belajar siswa, baik secara positif maupun negatif. Lantas harapannya sekarang semua pihak orang tua, guru, dan pemerintah bisa bekerja sama untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang seimbang. Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka, termasuk memberikan pemahaman tentang pentingnya etika moral dalam penggunaan teknologi, serta orang tua harus lebih memperhatikan pergaulan dari pada anaknya dan lebih mengarahkan kepada cara bersosial yang baik.
Sekolah juga harus memperkuat pendidikan karakter yang relevan dengan era digital ini, seperti mengintegrasikan pelajaran tentang literasi digital dan etika teknologi ke dalam kurikulum. Sedangkan pemerintah perlu memastikan regulasi yang mendukung, seperti memperketat pengawasan terhadap konten online yang tidak mendidik dan memperluas akses teknologi pendidikan yang berkualitas. Dengan pendekatan seperti diatas saya percaya kita dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembentukan moral yang baik, dan kemampuan belajar siswa.
(PD IPM KAB. KEDIRI)


