Skip to main content

IPMJATIM.OR.ID. KAB GRESIK – Dalam rangka memperkuat identitas keorganisasian dan literasi pelajar Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) melaksanakan kegiatan bertajuk Rihlah Goes to Yogyakarta: The Story of Teenagers, Learning about Muhammadiyah, Sabtu (14/6/2025).

Rangkaian rihlah ini dirancang tidak hanya sebagai sarana rekreasi edukatif, tetapi juga sebagai media refleksi ideologis, historis, dan kultural tentang gerakan Muhammadiyah di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan KH. Ahmad Dahlan No.103, Yogyakarta. Di sana, para siswa berkesempatan melakukan sesi sharing bersama tim redaksi Majalah Kuntum—media pelajar resmi di bawah naungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Chief Operating Officer Majalah Kuntum, Astri Ivosahara, S.H., M.Kn., memaparkan sejarah berdirinya majalah tersebut yang telah eksis sejak 1976 dengan kontribusi tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Emha Ainun Nadjib dan Adil Amrullah. Majalah ini kini menjadi media literasi pelajar Muslim yang aktif, bahkan telah meraih penghargaan ASEAN TAYO Award serta Rekor MURI sebagai majalah pelajar tertua di Indonesia.

Dalam sesi tersebut, tim media Kuntum juga membagikan tips seputar penulisan kreatif dan jurnalistik pelajar. Admin media sosial Bendina Morezky dan reporter Faiz Fahrezi memotivasi para siswa untuk aktif menulis dengan menjadikan isu-isu populer dan sosial media sebagai inspirasi rubrik. “Kalau tidak ada ide, cari dari yang sedang tren. Lalu kumpulkan data dan langsung menulis,” ujar Bendina.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Muhammadiyah yang berlokasi di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tamanan, Bantul. Museum ini menjadi pusat dokumentasi dan edukasi perjalanan panjang gerakan Muhammadiyah, lengkap dengan artefak sejarah, dokumen, foto-foto ketua umum dari masa ke masa, simbol Muktamar (yang dulu disebut Kongres), serta narasi sejarah organisasi otonom seperti Tapak Suci dan Hizbul Wathan.

Selama kurang lebih satu setengah jam, para siswa menyimak langsung penjelasan pemandu dari lantai satu hingga lantai empat. Mereka disuguhkan narasi sejarah Muhammadiyah yang tidak hanya menyentuh aspek keislaman, tetapi juga nilai-nilai budaya lokal seperti batik, wayang, dan musik tradisional yang turut mempengaruhi dinamika dakwah Muhammadiyah di Yogyakarta.

Ketua Umum PR IPM Spemdalas periode 2025–2026, Arya Bima Arrasyid, menyampaikan rasa antusiasmenya. “Bertambah wawasan tentang Muhammadiyah. Ini pengalaman berharga yang memperkuat identitas kami sebagai kader,” tuturnya.

Senada dengan itu, Muhammad Alan H., Ketua periode sebelumnya, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti rihlah dan mengenal langsung pusat gerakan Muhammadiyah.

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Yugo Triawanto, M.Si., menegaskan pentingnya kunjungan ini sebagai momen pembelajaran dakwah yang berjejaring. “Jangan pesimis. Dakwah IPM itu luas. Dari ranting hingga pusat. Kalian ke sini untuk ‘kulakan semangat’ demi menguatkan organisasi,” ujarnya dalam sambutan di PP Muhammadiyah.

Kunjungan ini juga disambut hangat oleh Ketua Kantor PP Muhammadiyah, Arif Nurcholis, yang memotivasi para siswa untuk bangga menjadi bagian dari IPM. “IPM itu jaringan pelajar Islam terbesar. Belajarlah sungguh-sungguh dan jangan minder,” pesannya.

Di akhir kegiatan, siswa juga mendapatkan pemaparan seputar struktur dan tujuan organisasi IPM dari Ketua Bidang PIP PW IPM DIY, Muhammad Atariq Hafiz. Dalam sesi interaktif tersebut, siswa yang mampu menyebutkan nama struktur PP Muhammadiyah dengan tepat mendapat apresiasi berupa hadiah.

Rihlah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman ideologi, semangat literasi, dan kecintaan terhadap sejarah gerakan Muhammadiyah. Sebuah langkah konkret dalam membangun pelajar yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara ideologis dan berdaya secara sosial.

Penulis: Meilina

Leave a Reply