IPMJATIM.OR.ID – Suara lantang anak muda menggema di Surabaya. Koalisi Muda Peduli Akan Kesehatan (KOMPAK) kembali menegaskan penolakan keras terhadap penyelenggaraan pameran rokok internasional World Tobacco Asia (WTA) yang berlangsung di Grand City Convex, Kamis (23/10). Bagi generasi muda, acara ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan ancaman nyata bagi masa depan mereka. Jumat (24/10/2025)
“Kami tidak akan diam melihat masa depan kami dipertaruhkan. Pemerintah harus memilih sisi: berada di pihak kesehatan masyarakat atau di pihak industri yang merusak,” tegas Marsha Nasiha dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur dengan mata berapi-api.
Aksi protes damai pun digelar. Puluhan aktivis muda KOMPAK membanjiri venue pameran dengan mengenakan kaos bertuliskan #TolakWTA. Mereka berdiri tegak di tengah hiruk-pikuk pameran, menjadi simbol perlawanan terhadap pembiaran pemerintah atas kegiatan yang jelas-jelas mengancam kesehatan generasi muda.

Salah satu bentuk pameran rokok internasional di Surabaya
Saisy Syafira dari Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Jawa Timur menambahkan, “Kami merasa dikhianati. Di satu pihak pemerintah punya visi Indonesia Emas 2045, tapi di sisi lain malah membiarkan promosi produk yang merusak masa depan generasi muda. Ini tidak konsisten!”
Ironisnya, Surabaya yang menyandang gelar Kota Layak Anak justru menjadi tuan rumah pameran rokok internasional. Rizma Nastiti dari Research Group Tobacco Control Universitas Airlangga menyayangkan hal ini. “Sangat disayangkan, predikat Kota Layak Anak jadi tidak bermakna ketika promosi rokok masih diizinkan. Ini jelas mencoreng wajah kota Surabaya sendiri,” ujarnya.
KOMPAK mendesak pemerintah untuk segera bertindak tegas. Mereka meminta agar tahun depan dan seterusnya, tidak ada lagi izin untuk kegiatan serupa. Selain itu, pemerintah diminta untuk konsisten menolak segala bentuk kerjasama dan sponsor dari industri rokok di ruang publik.
“Suara kami harus didengar. Kami akan terus bersuara sampai pemerintah benar-benar memprioritaskan kesehatan masyarakat di atas kepentingan industri,” tandas perwakilan KOMPAK.
Gerakan ini akan terus bergulir. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan terbaru melalui tagar #TolakWTA, #TheyLieWeDie, #SuaraTanpaRokok, dan #SurabayaDaruratKLA di media sosial.


