IPMJATIM.OR.ID – Dalam momentum Hari Anak Nasional 2025, Tobacco Control Ikatan Pelajar Muhammadiyah (TC IPM) menggelar kegiatan TC IPM Talks bertajuk “Penguatan Kapasitas Pemuda untuk Mendorong Total TAPS Ban” pada Rabu malam (23/7). Diskusi yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, aktivis remaja, serta jejaring pengendalian tembakau dari seluruh Indonesia. Jakarta, (23/07/2025)
Kegiatan ini bertujuan memperkuat suara dan peran pemuda sebagai garda terdepan dalam mendorong kebijakan pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor tembakau (TAPS). Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar seputar advokasi pengendalian tembakau.
TAPS Masih Menyasar Anak: Suara Pemuda Mendesak Perubahan
Indonesia saat ini menghadapi krisis kesehatan masyarakat akibat konsumsi tembakau, dengan lebih dari 225 ribu kematian setiap tahunnya yang dapat dicegah. Salah satu penyebabnya adalah paparan TAPS yang terus menyasar anak-anak dan remaja melalui berbagai kanal digital dan ruang publik. Meskipun sudah ada regulasi seperti PP No. 28 Tahun 2024, pelaksanaannya masih longgar dan belum menyentuh ranah digital secara menyeluruh.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Pimpinan Pusat IPM dan Vital Strategies. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber utama:
- Affan Noor (Project Manager TC IPM), memaparkan bagaimana pemuda menjadi target industri rokok, serta strategi kampanye digital dan mobilisasi komunitas yang telah dilakukan oleh IPM.
- Anisya Aulia Lestari (Project Manager TC LPAI), menyoroti TAPS sebagai bentuk pelanggaran hak anak serta pentingnya pelibatan suara anak dalam perjuangan kebijakan pengendalian tembakau.
- Dr. Ernyasih, SKM., MKM (Dekan FKM Universitas Muhammadiyah Jakarta), menyampaikan data terkini prevalensi merokok pada remaja dan celah kebijakan TAPS di Indonesia dari perspektif kesehatan masyarakat.
Sesi juga dimeriahkan oleh dua penanggap muda yakni Youth Ambassador TC IPM dan Duta Anak Nasional, yang menguatkan pesan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek perubahan dalam pengendalian tembakau.
Pemantik Kampanye Digital & Ajakan Bertindak
Menjelang akhir sesi, peserta diajak untuk menggelar diskusi komunitas serta memproduksi konten digital bertema TAPS Ban dan bahaya rokok, yang diunggah melalui media sosial dengan tagar:
#GaulTanpaNgebul #SehatTanpaSebat #TobaccoExposed
Langkah ini menjadi bentuk konkret kampanye publik dan digital yang dapat direplikasi secara lokal di sekolah, kampus, maupun komunitas pemuda lainnya.

Penutup: Suara Anak untuk Kebijakan Publik
Melalui TC IPM Talks, pemuda Muhammadiyah dan jejaring pengendalian tembakau telah menunjukkan kesiapan mereka untuk mengambil peran aktif dalam advokasi kebijakan yang pro-anak dan pro-kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tonggak awal terbentuknya jaringan pelopor muda yang siap memperjuangkan Total TAPS Ban di Indonesia.
Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan masyarakat sipil, dan semangat kepemudaan, gerakan ini diharapkan menjadi pengungkit transformasi menuju Indonesia bebas asap rokok dan lebih sehat untuk semua generasi.
Penulis: Affan Noor


