Skip to main content

IPMJATIM.OR.ID – Suara gemas dan kecewa datang dari anak-anak muda di Surabaya. Hari ini, Koalisi Muda Peduli Akan Kesehatan (KOMPAK) menyatakan protes keras terhadap masih berlangsungnya pameran rokok internasional, World Tobacco Asia (WTA), di kota mereka. Bagi kami, acara ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap janji pemerintah untuk melindungi kesehatan publik dan masa depan generasi muda. Jumat (24/10/2025)

“Kami tidak terima! Setiap kali WTA digelar, itu artinya pintu dibuka lebar-lebar bagi industri rokok untuk menjangkau lebih banyak korbannya, terutama kami, anak muda,” seru Marsha Nasiha perwakilan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur.

“Kami bertanya-tanya, mengapa Surabaya dan Jawa Timur bisa terus mengizinkan acara yang jelas-jelas melanggar aturan dan merusak masa depan ini?”Jelasnya.

Aksi protes pun tak bisa dihindari. Pada hari pertama WTA, 23 Oktober 2025, para aktivis muda KOMPAK membanjiri lobi Grand City Convex, venue yang menjadi langganan WTA. Dengan mengenakan kaos bertuliskan #TolakWTA, mereka berdiri tegak di tengah keramaian pameran. Aksi diam ini adalah simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian pemerintah. Mereka tidak hanya marah, tetapi juga merasa masa depannya diabaikan.

Saisy Syafira dari Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia menambahkan, “Kami yang akan paling dirugikan. WTA bukan sekadar pameran, ini adalah alat promosi dan normalisasi yang membuat rokok seolah sesuatu yang biasa. Pemerintah seharusnya berada di barisan terdepan melindungi kami, bukan membiarkan kami terpapar.”

Ironisnya, Surabaya justru menyandang gelar Kota Layak Anak. Sebuah predikat yang dinilai semakin tidak bermakna jika acara seperti WTA masih diizinkan. “Bagaimana mungkin sebuah kota layak anak justru memberi panggung bagi promosi produk yang membahayakan anak? Ini jelas mencoreng wajah Surabaya sendiri,” tegas Rizma Nastiti dari Research Group Tobacco Control Universitas Airlangga.

Oleh karena itu, KOMPAK tidak hanya berhenti pada aksi protes. Kami mendesak Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Timur, dan Kota Surabaya untuk segera menghentikan pemberian izin untuk WTA tahun depan dan seterusnya. Kami meminta komitmen nyata untuk tidak lagi mengizinkan acara serupa, serta menolak segala bentuk kerjasama dan sponsor dari industri rokok di ruang publik.

Kami, anak muda, akan terus bersuara dan mengawal isu ini. Masa depan kami bukanlah harga mati untuk bisnis rokok. Ikuti pergerakan kami dan dukung melalui tagar #TolakWTA#TheyLieWeDie#SuaraTanpaRokok, dan #SurabayaDaruratKLA.

Leave a Reply