IPMJATIM.OR.ID – Semangat untuk menghidupkan dakwah yang mencerahkan dan memanusiakan mengemuka dalam Pembukaan Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah (PDPM) III. Pelatihan ini digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur di Balai Kota Batu. Acara yang mengusung tema “Dengan Spirit Rohani dan Intelektual, Luaskan Dakwah Pluralisme” ini dihadiri oleh puluhan kader pelajar yang akan digodok menjadi dai-dai muda. Jumat (31/10/2025).
Dalam sambutannya, Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana, menegaskan kembali pandangan dunia (world view) dakwah Muhammadiyah yang diwariskan oleh pendirinya, KH. Ahmad Dahlan.
“Dakwah tidak berhenti pada seruan ritual, tapi juga soal pencerahan. Buyut kita KH. Ahmad Dahlan menerjemahkan bahwa dakwah bukan hanya sekedar mengajak orang shalat, tapi juga mengajak berpikir. Bahwa dakwah itu kerja rasional dan sosial,” tegas Hengki.
Hengki lebih lanjut mengutip pemikiran mendiang Buya Syafii Maarif yang menyatakan bahwa “Dakwah itu mencerahkan dan memerdekakan akal serta agama harus jadi sumber energi moral, bukan sumber ketakutan atau kebencian.” Dari dua kutipan inilah, Hengki menyampaikan pesan inti bagi para calon dai.
“Kalimat itulah yang cukup bisa menjadi pesan bagi semua calon dai pelajar Muhammadiyah hari ini, bahwa tugas kita bukan menakut-nakuti umat, tapi menumbuhkan harapan. Bukan menghakimi perbedaan, tapi menghidupkan nilai kemanusiaan,” serunya di hadapan peserta.
Ditegaskan oleh Hengki, setidaknya ada dua pilar utama yang harus dimiliki seorang dai Muhammadiyah, yaitu spiritualitas dan intelektualitas. “Tanpa kedalaman spiritual, dakwah kehilangan arah. Tanpa kedewasaan intelektual, dakwah akan kehilangan wajah kemanusiaan,” ujarnya.
Di sisi lain, Hengki juga menyoroti fenomena menurunnya minat kader IPM untuk menjadi dai. Ia menyatakan bahwa ini harus menjadi bahan otokritik bersama.


