Skip to main content

IPMJATIM.OR.ID – Dua nama langsung jadi perbincangan hangat usai sesi presentasi The Muhammadiyah Student Conference (MSCON) 2026 rampung, Sabtu (13/06). Rizka Salasi Adhani dan Syaikhan Aufi Ardiansyah, duo peserta dari Bangkalan ini berhasil memborong dua penghargaan sekaligus dalam satu forum. Yakni Best Poster dan Best Presentation. Modal mereka satu. sebuah paper yang mengangkat isu keberlanjutan IPM melalui penguatan komunikasi organisasi dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).

Di tengah puluhan pemakalah yang bersaing dari berbagai penjuru Jawa Timur, keduanya tampil dengan argumen yang tajam, data yang kuat, dan poster ilmiah yang dinilai paling komunikatif oleh dewan juri..

Isu yang Tepat di Waktu yang Tepat

Paper yang dibawakan Rizka selaku ketua tim, menyentuh dua isu yang sedang hangat diperbincangkan di internal IPM. Bagaimana organisasi ini membangun komunikasi yang lebih efektif di seluruh jenjang strukturnya, dan bagaimana nilai-nilai SDGs dapat diintegrasikan secara nyata ke dalam gerakan IPM, bukan sekadar jargon, tetapi aksi.

Dalam paparannya, Rizka menegaskan bahwa keberlanjutan IPM tidak bisa hanya bertumpu pada semangat kaderisasi. Ia membutuhkan sistem komunikasi yang terstruktur, arus informasi yang tidak terputus antara pusat dan ranting, serta program-program yang selaras dengan agenda pembangunan global.

“Komunikasi organisasi yang lemah adalah akar dari banyak persoalan di IPM, mulai dari program yang tidak merata hingga kader yang merasa tidak terhubung dengan gerakan yang lebih besar. SDGs memberi kita kompas yang jelas untuk bergerak ke arah yang bermakna,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Poster yang Bicara Lebih dari Seribu Kata

Selain dinilai terbaik dalam presentasi lisan, poster ilmiah yang dirancang Rizka dan Aufi juga berhasil mencuri perhatian dewan juri dan peserta. Poster tersebut dinilai mampu menyajikan data dan argumen yang kompleks dalam tampilan yang jernih, sistematis, dan mudah dipahami. Sebuah kemampuan yang tidak mudah dikuasai bahkan oleh peneliti berpengalaman sekalipun.

Dewan juri menilai bahwa poster Rizka dan tim berhasil memadukan kedalaman konten ilmiah dengan komunikasi visual yang efektif. Dua hal yang justru sering sulit berjalan beriringan dalam forum akademis.

Keberhasilan Rizka dan tim menjadi catatan penting bagi IPM Jawa Timur. Ia membuktikan bahwa kader perempuan IPM tidak hanya mampu hadir sebagai peserta, tetapi mampu mendominasi forum ilmiah dengan gagasan yang relevan, berani, dan berdampak.

Kepala Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PW IPM Jawa Timur, Farhan Alif Ujilast, menyebut pencapaian Rizka sebagai contoh nyata dari apa yang selama ini diimpikan IPM Jawa Timur.

“Inilah yang kami harapkan dari MSCON. Lahirnya kader yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi mampu menghasilkan karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan di forum akademis. Rizka membuktikan bahwa itu bukan hal yang mustahil,” ujarnya.

MSCON 2026, Tonggak Baru Tradisi Ilmiah IPM

MSCON 2026 yang diselenggarakan di Aula Lantai 2 Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Wilayah 24 IPM Jawa Timur. Forum ini menghadirkan puluhan pemakalah dari berbagai tingkatan IPM yang mempresentasikan paper mereka di hadapan dewan juri dan peserta konferensi.

Ketua Pelaksana MSCON 2026, Azmi Izuddin, menyebut bahwa penghargaan Best Poster dan Best Presentation yang diraih Rizka adalah bukti bahwa investasi IPM dalam tradisi ilmiah mulai menghasilkan buah yang nyata.

“Kami ingin MSCON menjadi tradisi yang terus hidup. Bukan hanya agenda satu periode. Dan hari ini, Rizka telah memberi contoh kepada seluruh kader IPM Jawa Timur bahwa karya ilmiah bukan monopoli akademisi. Ia adalah hak setiap pelajar yang mau berpikir dengan serius,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Hoiron

Leave a Reply