Lompat ke konten

Alasan Kangen Kegiatan Luring

IPMJATIM.OR.ID – Gak terasa sudah 10 bulan dunia diguncang permasalahan serius mengenai kesehatan. Tak terkecuali Indonesia-pun merasakan dampaknya yang gak “sepele”. Hampir seluruh lini bidang terkena dampaknya, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan,sosial budaya, bahkan politik. Sempat melakukan lockdown di berbagai daerah di Indonesia, seluruh kegiatan kita benar-benar di hentikan. Ya, walaupun akhir-akhir ini longgar sih.

Kegiatan ber-IPM kita juga sempat berhenti. Banyak agenda di ranting, cabang maupun daerah yang biasanya kita lakukan secara normal tapi berhenti seketika. Jangankan agenda di lini itu, bahkan agenda besar sekelas TMU dan Muktamar IPM-pun juga di tunda. Tapi, bener ga sih? Karena ditundanya muktamar, para petarung muktamar jadi punya banyak waktu buat ngobrol sana sini. Hehe hayo ngaku.. oke skip.

Pada akhirnya kemampuan online kita muncul karena tekanan keadaan yang mau gak mau memaksa kita untuk tetap menjalankan program dengan segala keterbatasannya. Banyak kegiatan online bertebaran di dunia maya, webinar, lomba, diskusi, bahkan beberapa daerah melakukan Konpida secara online. Tapi, kayaknya akhir-akhir ini beberapa pimpinan ada yang melakukan kegiatan secara luring. Walaupun akhirnya ada beberapa pihak yang mengecam, tapi apa kalian ga kangen berkegiatan secara offline? Ini alasan kami kangen berkegiatan offline.

1. Kangen Sama Temen-Temen

Siapa yang ber-IPM karena banyak temennya? Temennya seru? Aku yakin pasti banyak yang ber-IPM awalnya karena teman. Tapi, sejak seluruh kegiatan diharuskan secara daring, kita hampir tidak pernah bersua dengan temen-temen IPM secara langsung. Bersua online dengan langsung pasti memiliki dampak yang berbeda secara psikologis. Apalagi yang senang berkegiatan IPM karena bareng sama Doi-nya, ciyee, hayo ngaku.

2. Kegiatan Daring Banyak Kendala

Kita semua pasti paham, semua yang dilakukan secara daring memiliki banyak ketidakpastian – kayak nunggu dia, eh. Kendala teknis seperti kelengkapan atau kekuatan equipment seperti laptop atau smartphone yang memadai. Jaringan yang kadang ada kadang tiada, mirip kayak barang yang kalo kita cari gak ada tapi ada kalo ibu yang cari. Belum lagi kita harus mengeluarkan modal untuk equipment atau membeli kuota yang lumayan nguras kantong dalam-dalam, pengecualian untuk yang pake wifi, hehe.

3. Kegiatan Online Gak Dapet Suasana IPM-nya

Kalian ngerasa gak sih? Kalo kita berkegiatan IPM via daring tuh vibes IPM-nya sama sekali ga ada☹. Banyak vibes yang biasa didapetkan dari kegiatan offline, rasanya berkurang atau malah hampir gak kerasa waktu kegiatan online. Contohnya vibes waktu nyanyi mars IPM, vibes melihat banyak jas kuning-kuning, vibes dapet snack gratis, hehe.

Biar bagaimanapun keadaannya, seburuk apapun keadaannya, yakinlah disana masih ada segudang hal positif. Coba kita tilik kembali sebelum pandemi ini terjadi, banyak diantara kita masih kurang memanfaatkan teknologi. Namun, setelah keadaan berubah 180 derajat, kita dituntut untuk mengikuti berubahan. Tidak hanya kegiatannya yang berubah, namun kemampuan kita dalam hal ber-media sosial dan broadcasting juga ikut berubah dalam artian positif. Banyak diantara kita berlomba-lomba membuat konten kreatif di sosial media, berlomba-lomba bagaimana kegiatan atau programnya tetap dikemas secara menarik walaupun banyak keterbatasan.

Huft, yasudah lah. Buat kamu intinya aku kangen kegiatan bareng lagi.

Cheers 😊

Oleh :

Hanif Indhie Pratama

Sekretaris Bidang PIP PD IPM Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: