Lompat ke konten

Asrorun Ni’am Sampaikan Bahwa Pemuda Harus Menjadi Penggerak Di Era Digitalisasi

IPMJATIM.OR.ID – Deputi Pengembangan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, Asrorun Ni’am Sholeh diundang untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara resepsi milad 60 tahun Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Acara yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur ini dihadiri oleh sekitar 120 kader IPM se-Jawa Timur, Rabu (28/07).

Dalam penyampaian materi nya, ia mengatakan pemuda harus menjadi penggerak (agent of change) di era digitalisasi. Ia pun menjelaskan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda. “Pertama, wabah sebagai momen muhasabah. Konsen IPM, kepemimpinan yang bersifat empiris untuk aktualisasi minat bakat. Kedua aspek enterpreneur dan ketiga adalah kepeloporan dan kesukarelawanan,” jelasnya.

Asrorun juga memaparkan bahwa perubahan masyarakat saat ini dipengaruhi oleh faktor covid dan society. “Faktor saat ini adalah covid dan society. Aktualisasi nya menjadi relawan dan mensyiarkan sesuatu dengan digitalisasi dan ramah terhadap pandemi covid 19,” ungkapnya. Menurutnya, banyak orang yang lebih produktif work from home dengan ide-ide brillian untuk menjadi penggerak perubahan.

“Pada era digitalisasi ini kita masih menjadi konsumen. Namun, meskipun menjadi konsumen jadilah konsumen yang mampu memberi perubahan,” tuturnya. Kemudian, ia mengatakan bahwa harus ada dorongan dan rohanisasi untuk terus meregenarasi dan mengader leadership di IPM.

“Mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik, untuk memberikan perubahan yang bersifat dinamis, inilah kesempatan IPM untuk membangun mercusuar sunah hasanah agar menjadi pahala,” tutupnya. (Alda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *