Lompat ke konten

Begini Pesan Zainuddin Maliki Di Rakernas IPM

IPMJATIM.OR.ID – Sabtu, (02/12/2023) Lantai 2 Hotel Nalmira Surabaya Jawa Timur menjadi tempat pelaksanaan talkshow di kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2023-2025. Agenda itu mengusung tema “Pendidikan Karakrer Sebagai Upaya Antisipasi Perundungan di Sekolah” dimulai pukul 19.30 – selesai. Acara tersebut juga didampingi oleh Mantan Ketua Umum PP IPM Periode 2021-2023 Nasir Efendi.

Talkshow diisi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 yaitu Zainuddin Maliki. Pendidikan karakter merupakan pokok pikiran utama dalam bersikap untuk membuktikan kader IPM mempunyai karakter yang dapat diteladani, khususnya kepada para pelajar Muhammadiyah. Mengingat bahwa Indonesia menuju ke tahun politik yang nanti dilaksanakan pada 14 Februari 2024, dalam penyampainya Zainuddin melibatkan posisi Muhammadiyah dalam berpolitik.

Pada dasarnya, proses pembentukan karakter ini juga dapat terlihat dari para kader IPM menanggapi situasi politik. Hal tersebut diharapkan oleh Zainudin supaya kader IPM mampu ikut bersaing di senayan DPR RI. Hal itu untuk memudahkan misi Muhammadiyah dalam pembahasan tentang Undang-Undang di senayan nanti.

“Saya membayangkan kalau kader atau teman-teman kita banyak di senayan, saya yakin tidak akan kesulitan dalam mengesahkan pasal Undang-Undang tentang kesehatan kemarin” Ujarnya.

Berpolitik dalam Muhammadiyah harusnya dipandang segi kualitas pengetahuan dari setiap individu terutama para warga Muhammadiyah. Jika hal tersebut dilihat dari segi kuantitas kader yang tertarik untuk berpolitik, Muhammadiyah akan mengalami kekalahan dalam hal tersebut. “Ya kalau kita dilihat dari segi banyaknya kepala ya kita kalah” ungkapnya.

Zainuddini juga menegaskan bahwa seharusnya bukan dilihat dari banyaknya orang yang tertarik di politik. Muhammadiyah terhitung juga banyak memberikan jasa kepada Negara Republik ini. “Harusnya ngukurnya jangan dilihat dari jumlah orang tertarik politik, tetapi lihatlah dari pemberian Muhammadiyah untuk negara kita”, Tegasnya.

Ia juga berpesan bahwa, misi Amar Ma’ruh Nahi Munkar diwujudkan dengan pendekatan politik. Akan tetapi, pandangan politik masih terlihat membahayakan. Maka hal ini yang membuat para kader Muhammadiyah sulit untuk tertarik kepada dunia politik.

“Misi dakwah Amar Ma’ruh Nahi Munkar dilakukan harus dengan pendekatan politik. Di Muhammadiyah melihat politik itu masih membayakan”, Tutupnya. (David/Faqih)

Tinggalkan Balasan