Lompat ke konten

Bupati Magetan Resmi Buka Literacy Academy

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur adakan Literacy Academy. Kegiatan ini mengusung tema, “Literacy: Looking Through the Word and World”. Bertempat di kabupaten Magetan pada tanggal 17-19 Juni 2022. Sabtu, (18/06). Adapun acara ini dihadiri 45 peserta dari berbagai dearah di Jawa Timur.

Dihadiri oleh Dr. Drs Suprawoto SH.M.Si Bupati Kabupaten Magetan, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) kabupaten Magetan, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan kabupaten Magetan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Magetan, Kapolres Kabupaten Magetan, Komandan Kodim kabupaten Magetan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Magetan, dan 60 peserta Literacy Academy dari seluruh PD IPM seluruh Jawa Timur.

Acara dimulai pada hari Jum’at tanggal 17 Juni 2022, dengan orientasi fasilitator dan peserta. Dilanjutkan dengan pembukaan pada hari sabtu tanggal 18 Juni 2022. Pembukaan Literacy Academy dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Magetan, Dr. Drs Suprawoto SH.M.Si. Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Magetan menyampaikan ucapan terima kasih, karena menjadikan kabupaten Magetan sebagai tuan rumah. Dia juga sangat mengapresiasi dengan kegiatan Literacy Academy yang dilaksanakan PW IPM Jawa Timur, karena ini salah satu jalan menuju literasi dan menulis.

Dia juga menyampaikan, bahwasanya ini sangat berdampak baik kepada kader IPM di Kabupaten Magetan, “tentu ini menjadi dampak baik terhadap IPM di kabupaten Magetan,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan nasihat kepada kader IPM seluruh Jawa Timur, bahwasannya selagi ditakdirkan oleh tuhan untuk mengambil keputusan. Mari ikut mencerahkan bangsa, sebaik-baiknya untuk kepentingan Masyarakat yang luas.

“Orang sukses tidak harus orang pintar, tetapi orang yang punya passion dan harus menulis. Karena dengan menulis juga dapat dikenal orang banyak,” tuturnya.

Dia juga berpesan bahwa pemuda harus punya passion. Dimana passion tersebut bukan hanya sekedar kesenangan tetapi, passion harfus memiliki manfaat. Baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain.

“Apabila ada dua orang, masing-masing membawa apel kalo ditukar saya yakin banyak mendapat satu, tidak ada nilai tambahan sama sekali. Tapi kalau ada dua orang atau lebih masing-masing membawa pengetahuan dan pengalaman lalu ditukar, saya yakin kembali akan membawa pengalaman dan pengetahuan sebanyak orang yang ada disitu, ” tambahnya. (mhs/haq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *