Puisi

Mau Kemana Kami Nanti?

Oleh: Moch Hidayah TPD IPM Surabaya Tak semudah itu melepas simpul iniTali ini telah mati lama di hati Ikatan kami terpatri dalam lingkar sebuah janjiBerjuang sepenuh hati wujud tindak insani Ikatan kami teguh berikrarKelak pelajar elok bertindakAnggun berpikir, Gagah berbanjar Tapi. Kini kami termakan situasiUjung… Selengkapnya »Mau Kemana Kami Nanti?

Cahaya Kuning yang di Harapkan

Gelap, sunyi, sepi dalam keheningan tak ada seberkas cahaya apapun Diam dalam kesunyian Merenung dalam kegelapan   Ditengah kegelapan dan kesunyian Ada seberkas cahaya kuning Menemani kesunyian yang ada Menerangi kegelapan yang ada   Cahaya kuning yang diharapakan Dalam kesunyian Dalam kegelapan Engkaulah IPM-ku

Tenggelam dalam IPM

Demi pena dan apa yang dituliskan Bismillah langkah awal memulai segalanya Diahkiri alhamdulillah jika telah sampai puncaknya Ketika hati yang mudah teromabang ambing menemukan fondasi Ketika mulut yang hanya diam seribu bahasa menemukan diksi Dan ketika tubuh yang pemalu ini temukan percaya diri Demi fajar… Selengkapnya »Tenggelam dalam IPM

Bukan Sekadar Imaji

(oleh : Novi Indriani) Demi pena … Perjuangan ini bukanlah sekadar imaji Terlandaskan oleh niat yang tak dimanipulasi Tentang keikhlasan yang senantiasa akan teruji Hati ini tak akan pernah menepis Tentang pengabdian yang tak ‘kan berakhir Metamorfosa itu ada, Kawan … Bak ulat yang berakhir… Selengkapnya »Bukan Sekadar Imaji

Aku dan IPM

Semula bermula Menjadi satu raga Satu rasa Satu jiwa Pertalian mereka kokoh Bagai pinang tak terbilang Kau dan aku Nurani kian terpaut Mufakat termaktub Kesiapan tak boleh tawarkan diri Tuk membuka simpulan yg terikat Aku dan kau Semoga tetap menjadi satu Menyokong dunia yang tak… Selengkapnya »Aku dan IPM