Lompat ke konten

Diskusi Kamisan Ala IPM Lamongan, Inilah Pembahasannya

IPMJATIM.OR.ID- Menyikapi persoalan yang terjadi akhir-akhir ini mengenai wabah virus Covid-19, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lamongan berinisiatif mengadakan diskusi online yang diberi nama diskusi kamisan pada Kamis (26/03/20).

Melalui grup whatsapp dan diikuti oleh seluruh kader IPM se-Indonesia, Diskusi kamisan ini menghadirkan dua pemantik yakni Dedi Kurniawan selaku ketua umum PW IPM Jawa Timur dan Dafrin Muhsin pegiat literasi Rumah Baca Komunitas.

Diskusi ini mengangkat tema “Sekolah Di Liburkan Karena Corona, Pelajar Harus Bagaimana?” dengan dipandu langsung oleh Fatma Hajar Islamiyah yang tak lain adalah anggota bidang organisasi PD IPM Lamongan.

Mengawali diskusi online, Hengki Pradani selaku ketua bidang advokasi PD IPM Lamongan menjelaskan alasan membahas tema yang berkaitan dengan Covid-19 dan pelajar yang tak lain adalah untuk merespons merebaknya virus Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pembahasan diskusi online ini dibagi dalam tiga pembahasan. Yang pertama, dampak kebijakan tersebut pada pelajar. Kedua, aktivitas produktif yang bisa dilakukan pelajar dalam mengisi hari liburnya di rumah. Terakhir, peran IPM sebagai organisasi berbasis pelajar yang menjadikan literasi sebagai mainstreaming dari semua gerakan dan agenda IPM.

Seperti halnya anjuran pemerintah untuk sosial distancing ataupun physical distancing (menjaga jarak fisik). Artinya segala bentuk aktivitas bertemu dan berkumpul untuk sementara diberhentikan. Dalam diskusi ini kedua pemantik menegaskan untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut serta meningkatkan kewaspadaan sebagai pelajar dengan tetap produktif melakukan aktivitas-aktivitas walaupun hanya di dalam rumah.

Sebagai closing statement, Dafrin selaku pemantik mengungkapkan bahwa ia berkeyakinan tentang Covid-19 ini adalah bagian kecil dari tidak seimbangnya alam. “Semakin banyak kerusakan alam, maka semakin besar pula dampaknya kepada manusia. Untuk itu, belajarlah lebih bijak kepada alam dan makhluk lainya. Sebab jika kamu bukan bagian dari solusi, maka kamu bagian dari masalah”. Ungkap Dafrin. (Herdila/Lim)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: