Skip to content

Diskusi Panel Rakerwil IPM Jawa Timur, Kupas Fokus dan Cita-cita IPM

IPMJATIM.OR.ID –Dalam tajuk Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur ada diskusi panel alumni yang membahas sejarah dan cita-cita IPM Jawa Timur kedepan. Mengangkat tema “Era Madani : Episentrum Peradaban Pelajar Berkemajuan” di Graha Wijaya Prada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Jumat (14/06/2024).

Dalam diskusi panel tersebut, hadir 3 narasumber yang notabenenya ahli di bidangnya. Diantaranya ialah Maharina Novi, M.Ikom, Dr. Dian Berkah, SHI., MHI., dan Dedi Kurniawan, S.Ikom. Ketiganya ialah alumni di PW IPM Jawa Timur dan sebagai moderator ialah Aida Meilina selaku Ketua Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur saat ini.

Ketua PW IPM Jawa Timur 2018-2020, Dedi Kurniawan menuturkan bahwa konsep masyarakat madani berlandaskan agama sebagai sumbernya, peradaban sebagai prosesnya dan masyarakat kota adalah hasilnya.

“Jadi bisa diartikan masyarakat madani ialah masyarakat yang beradab yang membangun kehidupan sosial yang sopan, ditegakkan diatas dasar kesadaran umum untuk patuh.” Terang Dedi dihadapan para peserta RAKERWIL.

Kemudian dibreakdown menjadi pelajar madani, lanjut Dedi. Dimana pelajar madani ini sebagai wujud pengejawantahan gerakan pelajar berkemajuan sebagai paradigma di IPM. “Dengan cara mewujudkan masyarakat ilmu sebagai jangka panjang di IPM Jawa Timur pada tahun 2024.” Tegas Dedi.

Senada dengan hal tersebut, menurut Maharina Novi mengatakan bahwa pada era ini ialah era aktualisasi, kader IPM Jawa Timur melalui media sosial yang dimiliki. “Aset media sosial yang sudah kalian buat sendiri, harusnya bisa menjadi pintu masuk untuk mensosialisasikan konsep pelajar madani.” Ungkap Ipmawati yang dulunya sebagai Ketua PP IPM Bidang PIP 2017-2018.

Ia menambahkan, bahwa kita semua adalah CEO dari organisasi kita. Pilih program mana yang diunggulkan untuk mempromosikan Pelajar Madani. “Karena sebagus apapun itu nilai programnya, kita tetap harus memperhatikan cara menyampaikannya kepada masyarakat luas. Values are the king, how to delivery is the queen.” Paparnya.

Dan pada sesi akhir, Dr. Dian Berkah, SHI., MHI. selaku Ketua Umum PW IRM Jawa Timur 2006-2008 mengatakan bahwa saatnya IPM saat ini sudah mulai berbicara tentang internasionalisasi. Sebagai alatnya salah satunya ialah dengan media sosial.

“Banyak orang media sosial dan gadged ini adalah penyebab masuknya ke neraka, tetapi mari kita ubah mindset itu bahwa alat ini akan membawa kita ke pintu masuk surga-Nya.” Ungkapnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa PW IPM Jawa Timur sudah harus melek internasionalisasi dengan cara yang sederhana. Seperti penggunaan bahasa inggris dalam administrasinya.

“Sebagai langkah awal, coba surat-menyurat saat ini memakai bahasa inggris. Serta proposal-proposal memakai dua bahasa. Pertama bahasa inggris kemudian disebelahnya Bahasa Indonesia.” Tutupnya. (Azmi/Faqih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *