Skip to content

Eko Hardiansyah Ajak Para Peserta PKMTM 2 Sidoarjo Mendalami Muhammadiyah Lewat Materi Kemuhammadiyahan

IPMJATIM.OR.ID – PKMTM (Pelatihan Kader Muda Taruna Melati) 2 yang termasuk dalam rangkaian Explorative Class Tiga Bidang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sidoarjo oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Sidoarjo pada Jum’at (23/02/2024). Pada PKMTM 2 kali ini PD IPM Sidoarjo mengangkat tema “Great Future : Active Collaborative”.

Eko Hardiansyah didapuk menjadi pemateri pertama dalam PKMTM 2 yakni keMuhammadiyahan. Sebelum memasuki materi ia berbincang dengan para peserta tentang bagaimana dan sejak kapan para peserta mengenal Muhammadiyah. “Saya kenal Muhammadiyah sejak lahir”, ucap Venus. Peserta asal SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo itu mengaku bahwa ia mengenal Muhammadiyah sejak lahir karena ia lahir dan besar di keluarga Muhammadiyah. Namun, banyak juga peserta mengaku bahwa mereka mengenal Muhammadiyah saat SD maupun SMP.

Ia menjelaskan bahwa menurutnya yang menarik untuk dipelajari dalam mengenal Muhammadiyah ialah bagaimana cara Muhammadiyah berdiri, “Jadi ketika kita belajar tentang sebuah konsep pasti akan ada latar belakang, sejarah bagaimana konsep tersebut muncul karena ketika ilmu anda kuasai maka salah satu hal yang penting dimiliki adalah keyakinan . Yakin bahwa ilmu yang anda dapatkan adalah benar, layak dipertahankan dan perlu dikembangkan”, tambahnya.

Sekretaris majelis dikdasmen itu mengandaikan ilmu seperti sebuah pohon yang hijau, rimbun, dan buahnya lebat sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya. Ia menegaskan kalau ingin mendapatkan pohon yang berdaun hijau dan rimbun pertama-tama haruslah memiliki akar yang kuat agar tidak mudah roboh diterpa angin.

“Muhammadiyah itu ideologi, banyak juga yang mengakatan Muhammadiyah adalah cara pandang. Jadi kalau bicara tentang bagaimana anda memandang dunia dan diri sendiri maka sebenarnya Muhammadiyah itu akan ada dimana mana jadi anda harus yakin dan gembira dengan Muhammadiyah. Untuk bisa punya ideologi dan keyakinan cara pandang yang Muhammadiyah maka anda harus punya akar kuat, dan harus paham sejarah”, kata Eko.

Selanjutnya, ia menceritakan kisah KH. Ahmad dahlan yang bisa mengidentifikasi bahwa tahayul, bid’ah dan khurafat adalah sebuah masalah saat orang di sekitarnya tidak sadar bahwa hal tersebut merupakan sebuah masalah. KH. Ahmad dahlan bisa menganalisis, mensintesis lalu membuat suatu hal baru yang dinamakan islam berkemajuan yang merupakan salah satu misi dakwah Muhammadiyah.

Ia menceritakan perjalanan hidup ahmad dahlan semasa muda saat belajar di mekkah sampai akhirnya kembali ke tanah air mendirikan Muhammadiyah dan segala tantangan yang dihadapinya selama berdakwah. Ia mengimbau kepada peserta “Kalau kamu merasa Muhammadiyah maka gunakan jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah”, pungkasnya. (Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *