Skip to content

Eksistensi yang Dinamis: Mengukir Jejak Organisasi di Zaman yang Berubah

IPMJATIM.OR.ID – “Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri” itulah ungkapan yang pernah didengar dalam sebuah pelatihan dalam berogranisasi. Organisasi mengalami perubahan karena organisasi selalu menghadapi berbagai macam tuntutan kebutuhan. Tuntutan itu timbul sebagai akibat pengaruh lingkungan (eksternal dan internal) organisasi yang selalu berubah. Untuk menghadapi faktor penyebab perubahan tersebut, organisasi harus dapat menyesuaikan diri dengan melakukan berbagai perubahan dalam dirinya. Perubahan-perubahan itu tentunya ke arah pengembangan organisasi yang lebih baik.

Dari jurnal penelitian Gutama di 2022 menyatakan bahwa perubahan sangat penting dialami oleh organisasi, Ini jelas! semua organisasi juga ingin sesuatu yang baru dan tidak ingin tertinggal dengan organisasi lain. Hal ini lumrah terjadi karena organisasi yang baik adalah organisasi yang mampu mengikuti arus perkembangan zaman tapi tidak meninggalkan image khas dari organisasi tersebut. Seiring berjalannya waktu, perubahan dan perkembangan zaman dari masa ke masa mengalami kemajuan yang cukup pesat. Untuk memulai dengan yang baru yang lama harus dibuang, dan itu adalah hal yang sulit. Lagipula perubahan dalam organisasi menuntut pula perubahan dalam individunya sendiri. Semakin ia menjadi tua, adalah sukar baginya untuk berubah. Ini jelas sekali bahwa perubahan tidak hanya berlaku bagi organisasinya saja, tapi juga bagi individu yang berada di dalamnya. 

Berbicara mengenai perubahan dalam organisasi berarti menyangkut nilai pengembangan organisasi. Pengembangan organisasi berhubungan dengan suatu strategi, sistem, proses-proses guna menimbulkan perubahan organisasi sesuai dengan rencana, sebagai suatu alat guna menghadapi situasi-situasi yang berubah yang dihadapi oleh organisasi modern dan yang berupaya untuk menyesuaikan diri (mengadaptasi) dengan lingkungan mereka.

Ada beberapa poin yang perlu dikaji oleh kawan-kawan organisatoris secara mendalam,

Pertama, tentang Adaptive Evolution; Organisasi seringkali terjadi keadaan yang tidak mengalami pertumbuhan yang disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan dis equilibrium (hilangnya keseimbangan moral). Dalam bingkai sosiologis hal ini mengakibatkan penyakit masyarakat atau tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam organisasi sehingga perlu dilakukan pengembangan organisasi untuk melakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi. Perubahan dalam organisasi bukan semata untuk kepentingan organisasi, tetapi justru yang lebih berkepentingan adalah manusia yang ada dalam organisasi. Organisasi dijadikan objek oleh kegiatan manusia, dimana manusia mencari manfaat yang sebesar-besarnya dari aktivitas organisasi melalui manusia-manusia yang ada di dalamnya. Untuk mengalami perubahan tersebut, organisasi juga harus mengalami perkembangan, dimana perkembangan ini merupakan tahapan untuk perubahan organisasi tersebut. Perubahan organisasi sering berlawanan dengan nilai-nilai yang menghormati anggota dalam organisasi, perubahan biasa melawan keputusan anggota dari berbagai yang harus dilaksanakan. Itu sebabnya banyak sumber perubahan keorganisasian yang mendiskusikan tentang perubahan yang diperlukan didalam kultur organisasi, mencakup perubahan di dalam kepercayaan dan nilai-nilai anggota serta didalm cara mereka menetapkan kepercayaan dan nilai-nilai ini.

Kedua, Goals and Objective of Change; tujuan dan sasaran perubahan-perubahan dilakukan untuk mengatasi krisis yang akan dihadapi organisasi, terutama krisis pada masa yang akan datang. Krisis dalam organisasi biasanya terjadi disebabkan karena kurang adaptifnya organisasi menghadapi berbagai perubahan, baik perubahan individual jajaran organisasi, krisis internal organisasi maupun krisis yang disebabkan faktor eksternal organisasi. Krisis dalam organisasi disadari setelah berpengaruh terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. Kinerja organisasi yang mengalami stagnasi akan membuat para pimpinan dalam organisasi melakukan analisis untuk mengetahui apa yang menyebabkan krisis. Setelah krisis berhasil diidentifikasi, seharusnya manajemen organisasi tidak menjadikan krisis sebagai penghalang yang akan memperlambat gerak organisasi, atau mengartikan krisis sebagai faktor negatif, tetapi justru melakukan perbaikan sehingga manajemen organisasi dapat mengatasi krisis sehingga lebih efektif upaya mempertegas tujuan dan sasaran yang kan di capai organisasi.

Keterlibatan seluruh jajaran organisasi dalam memahami apa tujuan perubahan bukanlah hanya sekedar meyakinkan pentingnya perubahan bagi organisasi, tetapi yang lebih penting lagi adalah meyakinkan jajaran organisasi bahwa perubahan yang dilakukan berimplikasi luas terhadap kesejahteraan siapa saja yang berada dalam organisasi. Pimpinan yang baik dalam organisasi adalah yang bisa meyakinkan bahwa kepentingan individu akan terpenuhi oleh organisasi, tetapi pada saat yang bersamaan meyakinkan anggota bahwa kepentingan tersebut akan terpenuhi secara efektif jika setiap individu memberikan kinerja yang juga tinggi terhadap organisasi. Karena itu kinerja organisasi ditentukan kontribusi setiap anggota organisasi.

Ketiga, Drivers of Change; Sumber-sumber Pendorong Perubahan Sumber-sumber yang dapat mendorong adanya perubahan dalam organisasi antara lain adalah tentang lingkungan, perubahan organisasi seringkali dipengaruhi oleh perubahan lingkungannya. Lingkungan umum organisasi dalam masyarakat meliputi faktor-faktor teknologi ekonomi, hukum, politik dan kebudayaan. Kemudian tentang sasaran dan nilai, dorongan lain untuk perubahan datang dari modifikasi terbarukan sasaran organisasi. Perubahan nilai juga penting, karena menyebabkan perubahan sasaran. Juga tentang struktur, sumber lain perubahan organisasi adalah dengan subsistem struktur. Perubahan-perubahan dan sistem berbagai subsistem yang lain. Manajerial juga menjadi hal fundamental dalam instrument keorganisasian, Dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan, peranan pimpinan adalah mempertahankan keseimbangan yang dinamis antara kebutuhan akan stabilitas dan kontinuitas organisasi dengan kebutuhan akan adaptasi dan inovasi. Kemudian yang terakhir menurut penulis adalah konsultan, atau biasa disebut dengan senior yang baik untuk dijadikan sebagai patron dari diskusi untuk pengembangan organisasi, dorongan kuat untuk perubahan organisasi juga datang dari para konsultan, demisioner atau senior. Adakalanya digambarkan sebagai “jawaban yang mencari pertanyaaan” atau ‟pemecahan yang mencari persoalan”. Hal-hal yang mendorong terjadinya perubahan, tetapi faktor yang menonjol lainnya yang perlu di highlight adalah keberadaan digital pula, jejaring komunikasi tingkat lokal maupun nasional serta kondisi demografi wilayah daerah organisasi tersebut.

Organisasi harus mengalami perubahan, demi untuk ketercapaian tujuan organisasi dan juga untuk mempertahankan eksistensi dari organisasi itu sendiri. Perubahan bagi organisasi dimana manusia yang berada di dalamnya dilakukan oleh manusia, manusia tersebutlah yang menginginkan terjadinya perubahan dalam organisasi sehingga organisasi melalui kesepakatan bersama anggota-anggota dapat mencapai tujuan tersebut. Perubahan dalam organisasi bukan semata untuk kepentingan organisasi, tetapi justru yang lebih berkepentingan adalah manusia yang ada dalam organisasi. Terdapat juga penolakan dalam malakukan perubahan dan perkembangan organisasi sehingga perubahan dan perkembangan tersebut terhambat. Banyak factor yang mempengaruhinya, diantaranya yaitu orang-orang yang terdapat dalam organisasi itu sendiri yang menghambat jalannya perubahan dan perkembangan organisasi itu sendiri. Dalam menghadapi penolakan itu, ada upaya untuk mengatasi penolakan tersebut.

Mari kita bersama menggapai perubahan demi percepatan pengembangan organisasi kita, semakin tumbuh diri ini karena organisasi, menjadi wajib pula kita menumbuh kembangkan organisasi kita tercinta dalam arus perkembangan zaman.

Salam Pena! Mari berkembang!

Yudhistira Ananta, Ketua PW IPM Jawa Timur Bidang Organisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *