Lompat ke konten

Gresik Jadi Tuan Rumah Musywil PW IPM Jatim

IPMJATIM.OR.ID – Resmi, Gresik jadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur (Jatim) ke-23 yang dilaksanan pada Desember 2023 ini. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PW IPM Jatim, Nafis Zamani. Dia menjelaskan bahwa penetapan tersebut berdasarkan hasil dari musyawarah saat Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) di Pamekasan tahun lalu.

“sebelumnya ada dua daerah yang mengajukan menjadi tuan rumah musywil besok ini, namun kami jatuhkan pilihan kepada gresik. Mengingat bahwa banyak faktor pendukung yang menjadikan gresik sebagai tuan rumah”

Lebih lanjut, Nafis sapaan akrabnya juga menjelaskan berbagai alasan mengapa gresik menjadi pilihan untuk giat musyawarah yang dilakukan pada setiap akhir periode jabatan PW IPM Jatim ini. Antara lain bahwa gresik menjadi daerah yang saat ini sedang mengalami Grow-Up, baik dari segi isu ekonomi, kepemudaan, internal muhammadiyah, dan lain sebagainya. Hal tersebut yang menjadikan pendorong dan menciptakan harapan baru untuk para peserta agar dapat merasakan spirit intelektual dan kepemimpinan yang tinggi.

Dia juga menegaskan bahwa momentum musywil ini tidak sepenuhnya sebagai kontestasi dalam menyampaikan gagasan-gagasan visioner terkait dengan keberlanjutan PW IPM Jatim periode selanjutnya. Namun juga sebagai wadah untuk menyambung tali silaturahmi antar pimpinan IPM diwilayah Jatim.

“memang bahwa yang diketahui secara harfiah mengenai musywil yakni merupakan tempat untuk pemilihan formatur untuk periode selanjutnya. Namun tidak hanya itu, giat tersebut juga menjadi tempat bagi teman-teman pimpinan cabang, daerah, dan wilayah untuk menyampaikan gagasan-gagasannya, sekaligus tempat untuk memperkuat ikatan bagi para pimpinan” jelasnya.

Terakhir, dia berpesan kepada seluruh musyawirin serta PW IPM Jatim periode kedepan untuk amanah serta serius dalam menjalankan amanat persyarikatan. Hal tersebut memang sudah sangat mendasar bagi pimpinan IPM, mengingat bahwa sudah termaktub jelas IPM sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanat persyarikatan muhammadiyah.

“Perluas koneksi dan jaringan baik di internal muhammadiyah, pemerintahan daerah, dinas-dinas, dan lain sebagainya. Tidak lupa untuk tingkatkan inovasi digitalisasi dakwah pelajar, serta jangan pernah merasa cukup dan sombong atas segala progress yang dilakukan. Perlu kita ingat, bahwa lingkaran perkembangan inovasi tidak akan pernah berhenti” tutupnya. (Faqih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *