Lompat ke konten

Guna Membentuk Pelajar Muhammadiyah yang Berkemajuan, IPM Kabupaten Pasuruan dan IPM Kota Pasuruan Adakan Kajian Ideologi

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Pasuruan dan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Pasuruan mengadakan acara Kajian Ideologi. Bertempat di Masjid Darul Arqom, Kota Pasuruan dengan mengusung tema “Sejarah Muhammadiyah, Pemikiran, dan Ajaran KH. Ahmad Dahlan”. Kegiatan kajian ini diadakan guna membentuk pelajar Muhammadiyah yang berkemajuan, Ahad (25/10/2020).

Pada kajian ini diikuti Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting IPM Se-Pasuruan Raya dan 50 orang. Tak lupa pengecekan suhu tubuh kepada peserta kajian, meminta seluruh peserta untuk memakai hand sanitizer, dan menggunakan masker, serta menjaga jarak sosial sebagai upaya mengurangi risiko penularan Covid-19.

“Kita yang sudah masuk dalam struktur kepengurusan IPM, alangkah baiknya kita paham betul apa itu Ideologi Muhammadiyah dan apa itu IPM termasuk bagaimana sitem perkaderannya. Sehingga kita pun juga bisa menjalankan peran sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pelajar dan sekaligus sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membesarkan nama Muhammadiyah di masa yang akan datang,” ucap Yulia Dewi Fitriana, Ketua PD IPM Kota Pasuruan.

“Saya berterima kasih atas kehadiran ipmawan dan ipmawati sekalian. Meskipun di tengah pandemi ini masih menunjukkan semangat dan antusiasnya untuk menghadiri kajian hasil perumusan dari kolaborasi antara Bidang Kajian Dakwah Islam PD IPM Kabupaten dan Kota pasuruan. Agenda ini merupakan sebagai gerbang awal kerjasama untuk menggaungkan nama baik PD IPM Se-Pasuruan Raya di kancah provinsi maupun di kancah nasional,” ujar Ahmad Setya Nurdiansyah, Ketua PD IPM Kabupaten Pasuruan.

“Sangatlah penting untuk masing-masing pengurus IPM baik di tingkatan Pimpinan Ranting sampai tingkatan Pimpinan Pusat untuk memahami dan tahu tentang kemuhammadiyahan. Izinkan saya mengutip kutipan dari novelis kondang yaitu Andrea Hirata dalam novelnya yang berjudul “Orang-Orang Biasa”. “Aku ingin karya cerita fiksiku tentang apapun bisa menjadi realita di kehidupan di masyarakat, meskipun cerita fiksiku mengangkat permasalahan di masyarakat”. Melalui kutipan ini selaras dengan sejarah awal berdirinya Muhammadiyah. Yang mana berawal dari pemikiran KH. Ahmad Dahlan untuk menjawab permasalahan di masyarakat pada zaman itu dan kini Muhammadiyah telah berjihad ke segala lini penting di Indonesia serta harapannya kita sebagai kader juga mampu melahirkan pemikiran-pemikiran kritis dan peka termasuk lingkungan di sekitar kita,” sambung Ahmad Setya Nurdiansyah.

“Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Pembaharuan dan tentu memiliki ciri khas karakter warganya dengan berpaham Islam yang berkemajuan sehingga mampu membawa gerakan ini mencapai cita-cita ideal Muhammdiyah yakni “Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Maka ialah penting warga Muhammadiyah untuk dalam praktik sosial keagamaannya merujuk dan berpedoman pada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPTM), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Muqaddimah AD/ART Muhammadiyah”.

“Sekali-lagi tak lelah saya mengingatkan untuk seluruh Warga Muhammadiyah selalu mengkaji dan mengimplementasikan Ideologi Muhammadiyah dalam keseharian dan juga untuk turut aktif dalam persyarikatan serta selalu semangat dan optimis dalam menorehkan kiprah manis Muhammadiyah dalam pembaharuan pendidikan maupun sosial keagamaan di Indonesia hingga Internasional,” begitu pungkas Ayahanda M. Nur Yasin, MPd.I, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan saat menyampaikan materinya. (Fahris/Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *