Lompat ke konten

Hal Menarik di Bulan Syawal

IPMJATIM.OR.ID – Ramadhan telah kita lewati bersama. Banyak hal yang telah kita ambil mulai hikmah berpuasa untuk kesehatan dan sebagainya bahkan ada juga yang menjadikan cara diet seseorang. Banyak kebaikan yang sudah kita jalankan bahkan bisa jadi itu hanya kita lakukan saat Ramadhan saja tetapi dari situlah kita beljar menjadi lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah sebulan kita jalani kita diakhir merasa menyesal kareana merasa kurang berbuat baik lagi tetapi Ramadhan sudah usai. Bahkan kita pikir baru saja kemaren berpuasa tetapi sudah selesai di hari yang ke-30. Mau tidak mau kita harus ditinggalkan bulan yang begitu berkah yang ketika kita beribadah pahalanya berlipat ganda tetapi sampaikah kita ke hari kemenangan yaitu Idul Fitri di bulan Syawal. Tetapi dari situ ada hal menarik dalam rangkaian sebelum dan pasca idul fitri itu. Ada tradisi di Indonesia yang biasanya dibilang syawalan. Ada tradisi mudik, Takbir Keliling, saling memaafkan, kunjung kerumah saudara, yang kemudian ditutup dengan kupatan.

Pertama adalah mudik. Hal ini yang paling ditunggu olang perantau. Bahkan idul fitri kemaren adalah mudik pertama yang dibolehkan setelah 2 tahun dilarang mudik. Akhirnya banyak penumpukan pemudik akhirnya banyak kemacetan dimana-mana hingga banyak juga pemudik yang pengennya tiba dirumah tanggal 1 Syawal tetapi masih di kendaraan. Begitupun juga sebaliknya pada saat arus mudik yang akhirnya ada penambahan waktu libur hingga peraturan ASN bisa WFH lagi. Tradisi mudik ini begitu mendarah daging dari dulu sampai sekarang kalau nggak Syawalan ya nggak pulang padahal kan momen lain kan bisa dimanfaatkan tetapi momen ini dimaksimalkan karena momen kumpulnya keluarga besar.

Kedua adalah takbir keliling. Sama halnya mudik yang beberapa tahun terakhir kita dilarang melakukannya maka di tahun ini pemerintah sudah melonggarkan aturan dengan kita bisa melakukan takbir keliling. Tentu kita masih ingat di masa covid jangankan untuk mengadakan takbir keliling Gema takbir di masjid atau musholla saja dibatasi. Akhirnya euforia di tahun ini sangat terasa dengan ramenya suasanya jalan mengumandangkan kalimat Allah untuk meranyakan hari kemenangan. Meskipun ada sepanjang pengamatan penulis gema takbir keliling masih dilakukan di hanya beberapa tempat saja.

Ketiga adalah saling memaafkan. Ketika selesai Sholat Eid ada pemandangan saling maaf memafkan bahkan kalau kita yang bertempat tinggal di desa, kita terbiasa diajak oleh orang tua sejak kecil untuk berkunjung ke tetangga kanan kiri dan juga selingkungan masuk rumah minta maaf saling memaafkan padahal kita tiap hari ketemu tetapi meminta maafnya setahun kemudian. Sejatinya moment saling memaafkan dan saling berkunjung kepada tetangga sekitar rumah ini tidak hanya dilakukan ketika lebaran saja tetapi dilakukan setiap saat dan sepanjang waktu.

Keempat adalah berkunjung ke Saudara. Ketika setelah kita maaf maafan di tetangga selanjutnya kita akan kunjung ke saudara. Bahkan ada juga yang kunjunganya hanya 1 tahun sekali ya waktu Syawalan ini, ada juga yang nggak tahu keluarga besarku itu siapa akhirnya muncul ide reuni keluarga yang mempertemukan keluarga besar. Kalau kecil kita dapat ampau tapi kalau besar kita tidak dapat itu, malah kadang ada pertanyaan misterius yang ditanyakan. Kapan Nikah???.

Kelima adalah Kupatan. Lebaran Ketupat atau Kupatan dirayakan tepat sepekan setelah Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Meski Lebaran Ketupat lebih kental dengan budaya Jawa, tetapi tradisi Kupatan juga dirayakan di berbagai daerah mulai dari Jawa, Madura, Kalimantan, Sumatera hingga ke daerah Timur Indonesia.

Dari catatan sejarah, Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Saat itu dia memperkenalkan dua istilah Bakda kepada masyarakat Jawa, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dipahami dengan prosesi pelaksanaan sholat Ied pada 1 Syawal hingga tradisi saling kunjung dan saling maaf-memaafkan sesama muslim, sedangkan Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada Bakda Kupat, masyarakat muslim Jawa umumnya membuat ketupat, yaitu jenis makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa (janur) yang dibuat berbentuk kantong, kemudian dimasak. Setelah masak, ketupat tersebut diantarkan ke kerabat terdekat dan kepada mereka yang lebih tua, sebagai simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang.

Dari banyak tradisi itu jangan semata mata langsung dinashkan tidak ada gunanya tetapi tradisi ini menjadi pelajaran buat kita, keluarga dan semuanya. Nilai-nilai yang telah diajarkan dalm sebulan ramadhan semoga tertanam dalam diri kita semua. Dan juga semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin…

Oleh :

Faisal Baktiar

Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur 21′-23′

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: