Lompat ke konten

IPM Dalam Pusaran Internasionalisasi Gerakan

IPMJATIM.OR.ID – Perkembangan zaman yang begitu cepat membuat arah gerakan dan tantangan yang dihadapi oleh muhammadiyah juga berubah. menuju abad kedua muhammadiyah merumuskan gerakan internasionalisasi Muhammadiyah. Internasionalisasi Muhammadiyah merupakan proses mengembangkan peran muhammadiyah di kancah internasional baik melalui kerja sama atau misi dakwah langsung sebagai bagian dari upaya mewujudkan islam yang rahmatan lil alamin. Ide ini pertama kali muncul saat muktamar muhammadiyah pada tahun 2000 di Jakarta. dengan usulan dibentuknya Pimpinan Cabang istimewa Muhammadiyah (PCIM). Gagasan ini diharapkan dapat membawa misi Al Ma’un ke lingkup yang lebih luas.

Era baru sekaligus gagasan baru tersebut hendaklah ikut disambut oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai ortom. dalam konteks Internasionalisasi Gerakan, Pelajar memiliki berbagai keunggulan dan kesempatan yang lebih banyak. Hal tersebut ditunjang dengan akses fasilitas yang lebih mudah sehingga peran dakwah itu bisa dilakukan dengan mudah oleh pelajar dan dilakukan dengan pengelolaan yang baik.

Salah satu bagian fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar hari ini adalah ragam bentuk perkembangan Teknologi. terlebih lagi teknologi digital yang telah menghapuskan jarak dan waktu yang selama ini banyak menjadi kendala dalam berkomunikasi. Maka, kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan baik untuk keberlanjutan umat. Hari ini untuk ikut serta berperan dalam dunia internasional tersebut bisa kita mulai melalui dunia digital dan turunannya.

Pertama, Aktivisme Medsos, Hampir seluruh pimpinan dari pusat hingga ke ranting semuanya memiliki media sosial yang aktif baik dari instagram, twitter sampai ke website. Namun, isi dari media sosial tersebut rata-rata hanya bisa dinikmati oleh kalangan IPM yang ada di dalam negeri saja karena penggunnaan Bahasa juga. Target sasaran ini yang harus diubah. Gerakan tersebut ditransformasi ke dalam ruang digital yang bisa di pahami oleh pegiat medsos luar negeri dengan menggunakan Bahasa internasional. Kenapa hanya sekedar gerakan lewat medsos? Keuntungannya adalah massa yang dikerahkan lebih banyak, menghemat waktu dan lebih murah. pola semacam itu bisa dilakukan oleh pelajar untuk menyentuh lingkup dakwah yang lebih luas dengan memasifkan dakwah yang diselaraskan dengan isu-isu internasional. Sehingga wujud eksistensi muhammadiyah tidak hanya disalurkan melalui forum-forum luring tetapi aktivisme itu juga menggeliat di dunia internet lingkup internasional. Hasilnya adalah IPM terlebih lagi Muhammadiyah dikenal oleh orang luar negeri melalui konten yang diproduksi.

Kedua, Collaborative Action yaitu gerakan-gerakan kolaborasi dengan berbagai institusi global. Tujuanya untuk membentuk ruang yang lebih inklusif. Muhammadiyah selama ini telah membuktikan keaktifan nya melakukan kerja sama dengan berbagai kedutaan asing dan juga hadir dalam forum-forum internasional. IPM juga memiliki kesempatan untuk melebarkan inisiasi gerakannya dengan banyak melakukan kerja sama aktif baik dengan institusi maupun hadir dalam forum-forum internasional yang memiliki visi yang sama terhadap masa depan pelajar sekaligus memperkenalkan IPM. Terlebih lagi jika nantinya gerakan tersebut dapat menarik perhatian pelajar internasional dan bisa terbentuk Pimpinan cabang luar negeri.

Maka dari itu untuk membentuk gerakan internasionalisasi agar tetap eksis dan meluas sangat diperlukan langkah-langkah kecil dari berbagai ortom khususnya ipm. Muhammadiyah tidak boleh merasa cukup dengan apa yang telah didapatkan hari ini. tantangan kedepannya adalah istiqomah melanjutkan perjuangan amar ma’ruf nahi munkar sehingga cita-cita membentuk masyarakat islam yang sebenar–benarnya dapat tercapai.

Penulis : Faiq Nizamuddin | Ketua Bidang PIP PD IPM Lamongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *