Skip to content

IPM Gresik Gelar Workshop Kepenulisan, Buktikan Writing is Easy

IPMJATIM.OR.ID- “Untuk menjadi Negara yang maju, pengembangan kemampuan literasi itu harus terus menerus digelorakan,” kata Ahmad Faizin Karimi, Penulis buku Jurnalistik Asyik sekaligus pemateri dalam acara Workshop Kepenulisan yang digelar oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Sabtu-Ahad (30-31/3).

Workshop kepenulisan kali ini diikuti oleh 15 Orang peserta dari Pimpinan Cabang dan Ranting IPM Gresik. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama PD IPM Gresik dan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Gresik, yang mendatangkan Ahmad Faizin Karimi dan Dewi Musdalifah sebagai pemateri dalam acara tersebut.

Fakhlul Nizam, ketua pelaksana kegiatan Workshop Kepenulisan kali ini menyampaikan rasa senangnya terhadap peserta yang dengan waktu dua hari saja bisa menulis suatu karya dengan baik. “Dengan mengusung tema Writing is Easy, kami ingin membuktikan bahwa kader IPM Gresik mampu menulis dengan mudah dan dengan hasil yang memuaskan meskipun hanya dengan bimbingan singkat dari pemateri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Faizin Karimi menyatakan bahwa apa yang dipelajari oleh peserta dalam dua hari tersebut hanya sebagian kecil dari aktivitas literasi yang perlu mereka dalami. “Kalau bisa masing – masing dari kalian menghasilkan karya, baik itu karya tulis atau karya yang lain. Sehingga Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadi semakin dikenal dan kalian bisa semakin berkembang,” tegasnya.

Pria yang kerap disapa Faizin itu menyampaikan bahwa menulis adalah kemampuan yang paling tinggi dalam berbahasa setelah berbicara, membaca dan mendengarkan. “Untuk bisa berbicara dengan baik, kamu harus bisa mendengarkan dengan baik. Dan untuk bisa menulis dengan baik, kamu harus membaca dengan baik,” tambahnya.

Sebelum menutup kegiatan, ia berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti berkarya. “Jangan berhenti berkarya, karena itu yang akan kamu petik di kemudian hari. Kamu perlu fokus terhadap satu atau dua hal yang kamu lakukan, kamu latih selama 10.000 jam dan disitulah kamu akan menemukan kompetensi,” ujarnya diiringi tepuk tangan peserta.

(Cyntia/Nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *