Lompat ke konten

IPM & IPNU Balongpanggang Kolaborasi Adakan Talkshow Ramadhan

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Balongpanggang dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Balongpanggang, telah sukses menyelenggarakan acara Talkshow Ramadhan. Acara ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Balongpanggang, Senin (18/04). Dihadiri kurang lebih 130 pelajar dengan jumlah 80 pelajar dari IPM, dan 50 pelajar dari IPNU-IPPNU se-Balongpanggang. 

Talkshow ini mengangkat tema, “Harmoni Pelajar; Milenial Bincang Keberagaman”. Tema tersebut dipilih berdasarkan perbedaan dua organisasi pelajar, yang sama-sama ingin bersinergi untuk menciptakan atmosfer kedamaian diantara pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk menguatkan ukhuwah dan menciptakan sebuah keharmonisan kedua organisasi.

Talkshow ini diisi oleh narasumber yang menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Balongpanggang, Nasichun Amin M Pd dan di moderatori oleh Putri Izzarul Isma.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mars IPNU-IPPNU dan mars IPM. Kemudian Jullyo Fredi Bobic sebagai ketua pelaksana menyampaikan, bahwa suatu kebanggaan dapat menyelenggarakan acara ini. “Baru kali pertama dapat berkolaborasi dengan IPNU dan IPPNU, untuk mengadakan kegiatan sebagai bentuk wujud dari integritas pelajar Balongpanggang,” tuturnya.

Talkshow dibuka oleh moderator dengan mengenalkan tema yang akan dibahas pada sore hari itu. Dalam Talkshow ini, secara keseluruhan narasumber menyampaikan, bahwa kita semua pasti memiliki keberagaman.

Begitu pula dalam organisasi, masing-masing memiliki bentuk perbedaan. Namun keberagaman itulah yang membuat indah. “Seperti halnya pelangi, nampak indah karena keberagamannya. Jika tidak ada keberagaman, maka semua akan menjadi monoton dan akan terasa membosankan. Keberagaman menjadikan kita untuk saling melengkapi satu dengan yang lain,” ucap pemateri.

Perbedaan tidak harus selalu dimaknai dengan hal-hal yang negatif. Dengan perbedaan yang ada, kita dapat saling memperkuat rasa kebersamaan. Dalam menyikapi perbedaan kita harus saling menghargai, menghormati dan saling bersinergi untuk menjaga kenyamanan dan kedamaian bersama.

Perbedaan dari kedua organisasi masyarakat ini, adalah suatu keistimewaan yang selalu menarik untuk dibahas. Tetapi perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi ajang permusuhan, melainkan dimanfaatkan untuk membangun integritas dan memperkuat solidaritas di antara pelajar. (Evlen Flowera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *