Lompat ke konten

Kaderisasi Sebagai Kontribusi IPM Untuk Mewujudkan Misi Muhammadiyah

IPMJATIM.OR.ID – Dengan berkurangnya kasus pandemi covid-19 di Indonesia, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur mengadakan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati 3 (PKMTM 3). Mengangkat tema Responsive to Change, Contribute For the Future yang dilakukan secara offline. Pembukaan acara tersebut dilaksanakan di Aula UMM Kampus 2, Kamis (14/07).

Rencana nya, kegiatan PKMTM ini akan dilakukan di Perguruan Muhammadiyah Oro-oro Dowo Kota Malang yang dilaksanakan selama 4 hari. Saat ini, esensi dari kegiatan PKMTM 3 diikuti oleh para kader IPM Jawa Timur, akan tetapi PW IPM Jatim memberikan porsi lebih sehingga kader yang berasal dari luar Jawa Timur tetap bisa mengikuti kegiatan itu. Hal itu disampaikan Nafis Zamani, Ketua Umum PW IPM Jatim ketika memberikan sambutan.

“Hal tersebut dikarenakan IPM Jatim terkenal akan proses kaderisasi, poros pendidikan serta basis masa yang banyak sebagai gerakan keilmuwan,” jelasnya lebih lanjut. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan yang menandakan sebagai titik awal pelaksanaan pelatihan.

Nafis pun berharap diadakanya pelatihan ini tidak hanya berhenti di pimpinan wilayah saja, “Semoga tidak hanya terhenti di pimpinan wilayah, hal ini juga bisa diteruskan kepada teman-taman cabang dan ranting”. Pada kesempatan itu, Nafis juga menitipkan pesan kepada pimpinan daerah dari masing-masing kota asalnya untuk mengadakan PKMTM yang diikuti oleh peserta yang non Muhammadiyah.

Nafis pun mengingatkan bahwa potensi yang dimiliki oleh Jawa Timur (khususnya) sangat militan dalam ranah poros perkaderan. “Saya titipkan kepada temen-temen pimpinan daerah untuk mengadakan TM 2 setelah TM 3 ini. Bahkan pelatihan kader ini bisa diikuti oleh temen-temen yang non Muhammadiyah,” tuturnya.

Muhammadiyah yang sangat berkontribusi kiprahnya terhadap bangsa dan negara membuat IPM bisa menjadi poros suksesnya harapan itu. Melalui ortomnya yang bisa membuka ruang selebar-lebarnya dalam proses kaderisasi yang berisikan pengenalan Muhammadiyah.

“Untuk membuka ruang kaderisasi, Muhammadiyah mengatakan kita ini berkiprah kepada bangsa dan negara, bukan untuk Muhammadiyah tetapi bangsa dan negara apalagi kita sebagai porosnya ortom muhammadiyah,” tutupnya. (David)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *