Lompat ke konten

Ketua Umum PP IPM Periode 2021-2023 Ungkap Syarat Inklusif Pelajar Berkelanjutan

IPMJATIM.OR.ID – Ahad, (03/12/2023) Pra-Musyawarah Wilayah (Pra-Muswil) agenda bernama Lokakarya diadakan di SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Event tersebut diadakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur (PW IPM Jatim) dihadiri oleh Nasir Efendi dan Subhan Setowara untuk pembahasan materi nantinya.

Acara itu menggiring tema “IPM Terdepan, Inklusif Berkelanjutan” diikuti oleh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Jawa Timur. Terdapat pembagian sesi dalam pelaksanaanya yaitu sesi offline dan online via Aplikasi Zoom Meeting dimulai pada pukul 09.00 WIB – Selesai.

Lokakarya ini juga mengusung 2 bahasan baru yaitu mendorong kepemimpinan, progam dan perkaderan IPM yang Inklusif dan berkelanjutan dan Membaca Tren Artifical Intelligence kecenderungan Generasi Z dan Alpha serta gerakan organisasi yang berubah.

Bahasan pertama yaitu dipaparkan oleh Nasir Effendi dengan tema Mendorong Kepemimpinan, Progam dan Perkaderan IPM yang Inklusif dan Berkelanjutan. Inklusif menjadi pokok pikiran pertama dari penyampaianya. Inklusif menjadi sarana gerakan dalam mendorong kepemimpinan, progam dan perkaderan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kata Inklusif ini sudah terdapat di buku ideologi IPM sejak 2004 lalu tepatnya di Sistem Perkaderan IPM (SPI) Hijau. Dia juga menegaskan bahwa untuk mewujudkan hal ini harus memiliki jiwa eksploratif yang tinggi diwujudkan dengan seorang pelajar yang mampu dan berani dari zona nyaman.

“Harus memiliki jiwa eksploratif yang tinggi ya menurut saya. Hal ini dapat dimanifestasikan dengan berani keluar dari zona nyaman”, tegasnya.

Menurutnya, beberapa isu Inklusif memiliki beberapa syarat supaya terwujud misi kepemimpinan, progam dan perkaderan berkelanjutan. Selain itu, bahwa IPM harus bisa menjadi lebih ramah kepada komunitas yang dianggap tidak baik di mata Masyarakat. IPM juga harus bisa bergabung dalam konteks agama. Harapnya IPM bisa mendekati beberapa ormas islam yang dianggap kurang dekat dan dijauhi oleh agama lain.

“IPM Harus lebih ramah terhadap komunitas yang dianggap jauh dari norma IPM yang ngetrip dan kekinian. IPM juga harus bisa mendekati ormas yang dianggap kurang dekat oleh Masyarakat maupun kelompok agama lain”, Ucapnya.

Nasir berpesan bahwa tidak perlu khawatir untuk keberadaan kader IPM nantinya. Jangan terlalu memikirkan siapa yang akan meneruskan karena menurutnya masih bisa diambil dari beberapa sekolah Muhammadiyah.

“Ya teman-teman tidak perlu khawatir akan kehabisan kader IPM. Kita masih mempunyai beberapa sekolah Muhammadiyah yang Insyallah akan adanya bakal calon penerus di IPM”, Tutupnya. (David/Faqih)

Tinggalkan Balasan