Lompat ke konten

Ketua PW IPM Bidang Lingkungan Hidup Hadiri pembukaan PKMTM II IPM Bojonegoro

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bojonegoro adakan Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) pada tanggal 3-5 Februari 2023 bertempat di Perguruan Muhammadiyah Balen. PKMTM II kali ini mengusung tema, “Empowering Diversity Embrace The World”.

M Hengki Pradani, yang kerap dikenal dengan sebutan Dani. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur Bidang Lingkungan Hidup turut hadir dalam pembukaan acara tersebut.

Dalam sambutannya ia mengumukakan bahwa perbincangan mengenai perkaderan tidak bisa menafikan pemaknaan terhadap pendidikan. Membahas pendidikan tidak bisa melewatkan perdebatan tentang manusia (kemanusiaan). Dan ketika mengupas manusia dan segala dimensinya maka kita tidak bisa melepaskan filsafat sebagai alat baca.

“Sedikit kita refleksi secara filosofis IPM yang telah mengalami pergulatan tiga zaman, sejak era Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi sebagai sebuah struktur gerakan atau organisasi dari kacamata filosofis” tutur Dani.

Dani mengatakan bahwasanya tilikan filosofis diperlukan oleh sebuah gerakan, khususnya IPM. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari argumen dasar bahwa secara teoritik sebuah gerakan harus memiliki landasan filosofis, paradigma, ideologi, ataupun teori gerakan sebagai dasar dalam bergerak.

“Jika sebuah gerakan yang tidak memliki basis filosofis yang mendalam dan sistematik akan mengalami pendangkalan arah tujuan gerakan,” tambahnya.

Untuk meningkatkan daya tahan sebuah gerakan, harus senantiasa mempertajam visi, memperkuat misi, serta memperkaya program dan aksi gerakan.

“Landasan tersebut diharapkan mampu memberikan dasar pijakan bagi aktor-aktor kreatif IPM untuk merefleksikan kembali perjuangan yang dimulai agar mendapatkan dasar filosofi gerakan yang kokoh,” terang Dani.

Tidak ada gerakan yang radikal tanpa pemikiran yang radikal. Maka sangatlah penting bagi para aktor-aktor kreatif atau subjek yang kritis di IPM untuk mampu membangun pemikiran yang mendalam dan mengakar dalam rangka membangun gerakan yang progresif dan berkemajuan di masa yang akan datang.

Di akhir sambutannya Dani menjelaskan bahwa di filsafat mengenal pilar ontologi terkait dengan subyek atau realitas apa yang diterima sebagai ada dan dapat dikaji atau diketahui. Aksiologi terkait dengan tujuan suatu ilmu pengetahuan dirumuskan dan untuk apa. Sedangkan epistemologi berhubungan dengan cara dan sumber suatu pengetahuan, dengan apa atau bagaimana suatu pengetahuan dapat diperoleh. (Mhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *