Lompat ke konten

Makna Mendalam Puspadana Trenggalih, Batik IPM Trenggalek Yang Baru Launching

IPMJATIM.OR.ID – Launching batik khas IPM Trenggalek yang dilaksanakan bersama dengan Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Kecamatan Pule (04/09/22), menimbulkan pertanyaan terkait makna puspadana trenggalih sebagai nama resmi motif batik tersebut.

Pada saat dihubungi melalui WhatsApp (04/09/22) Firman Dani Wijaya, pencetus nama batik Puspadana Trenggalih mengatakan penamaan tersebut merupakan bentuk apresiasinya atas peluncuran batik IPM Trenggalek untuk pertama kalinya.

Menurutnya, dalam proses pencarian nama ia harus memahami motif, dan filosofi yang terkandung dalam batik terlebih dahulu. Kemudian baru ia kolaborasikan dengan budaya mataraman, dengan lokalitas Kabupaten Trenggalek.

“Jadi kita ambil yang masih satu visi dengan apa yang mau dicapai dengan adanya batik IPM tersebut. Sehingga tercetuslah nama Batik Puspadana Trenggalih, yang artinya agung dalam bertindak, menjadi buah harapan untuk semesta alam,” ungkap Firman.

Selanjutnya, terdapat makna khusus dibalik cantiknya nama Batik Puspada Trenggalih milik IPM Trenggalek, yaitu Puspadana. Hal tersebut membawakan arti bahwa gading yang menandakan ukiran terdapat di Gajah. Hewan itu dalam cerita rakyat Trenggalek, mengacu pada sosok Gajah Putih milik Nyai Rondo Krandon yang disembelih oleh Ki Ageng Menaksopal (Bupati Trenggalek I) sebagai tumbal pembangunan Dam Bagong.

“Gajah itu dimaknai sebagai sosok yang cerdas sehingga apa yang dilakukan harus sesuai dengan apa yang dipikirkan. Lebih ringkasnya, saya kerucutkan menjadi Puspadana yang bermaksud agung dalam bertindak,” jelas Firman

Sedangkan, kata Trenggalih sendiri merupakan akronim dari “terang ing galih” yang berarti terang dihati dengan maksud menerangi atau membermanfaati setiap penghuni atau masyarakat.

“Harapannya orang yang memakai batik tersebut bisa menjadi harapan untuk kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya, serta mampu memberikan manfaat bagi kehidupan orang banyak,” imbuh Firman.

Menurutnya, pakaian merupakan simbol dan identitas yang merepresentasikan pemakainya sehingga bagi siapapun yang nantinya memakai batik tersebut agar berpikir dahulu sebelum bertindak. Karena, ketika memakai batik Puspadana Trenggalih berarti terdapat nama IPM dan Persyarikatan yang harus dijaga dengan baik. Melalui cara berpikir dan bertindak yang baik, maka dapat memunculkan cara pandang untuk menjadikan hidup bermanfaat bagi setiap insan.

Lebih lanjut, Mantan Ketua Umum PD IPM Trenggalek Periode 2019-2021 tersebut, mengatakan dengan telah diluncurkannya Batik Puspadana Trenggalih diharapkan kader IPM Trenggalek mampu menghadirkan seni budaya dan kearifan lokal sebagai bentuk kecintaan atas daerahnya.

“Sehingga nantinya kader IPM dan IPM Trenggalek bisa menjadi pribadi serta organisasi yang kreatif dan apresiatif,” pungkasnya. (Siska Fadhilatul Laili)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *