Memassifkan Gerakan, PD IPM Kota Surabaya Adakan Pelatihan 4 Bidang

Dipublikasikan oleh Deni Muriawan pada

IPMJATIM.OR.ID – Demi memassifkan pergerakan PD IPM Kota Surabaya mengadakan Pelatihan 4 Bidang yang diikuti oleh seluruh kader PD IPM Kota Surabaya, Jum’at-Ahad (13-15/3). Pembukaan Pelatihan 4 Bidang yang dilakukan di Aula Perguruan Muhammadiyah Simokerto itu mengangkat tema “Massifikasi Gerak Pelajar, dalam Mewujudkan Intelektual Organik”.

Sambutan Ketua Umum PD IPM Kota Surabaya Saat pembukaan Pelatihan 4 Bidang menumbuhakan semangat berjuang kader-kader muda di PD IPM Kota Surabaya “Kami PD IPM Kota Surabaya berharap kepada seluruh peserta Pelatihan 4 Bidang ini supaya dapat memassifkan lagi gerakan-gerakan komunitas yang sudah ada di Surabaya seperti, Wani Store, Pelajar Mengajar, Sahabat Literasi, Mimbar Online, dan ada juga Komunitas Disabilitas”. begitu ujar Sugi saat melakukan sambutan.

Sambutan dari Ketua Umum PD IPM Kota Surabaya disambung dengan sambutan Ketua Umum PW IPM Jawa Timur “Misi cita-cita mulianya IPM ada semua di Surabaya, dan juga Surabaya sudah terkenal di Jawa Timur sebagai pusat pergerakan awal mulanya sebuah komunitas. Advokasi, KDI, PIP dan PKK, keempat bidang ini teman-teman PD IPM Kota Surabaya sudah massif dengan komunitas-komunitas yang telah dimiliki disetiap bidang nya” begitu ujar Dedi saat membuka acara tersebut. “Namun, kali ini teman-teman semua harus lebih memassifkan gerakan komunitas yang telah difikirkan oleh rekan-rekan PD IPM Kota Surabaya” begitu sambung Dedi.

Pelatihan 4 Bidang PD IPM Kota Surabaya juga dihadiri oleh Syahrul Ramadhan Ketua Umum PW IPM Jawa Timur periode 2016-2018 yang saat itu sebagai speak dari stadium general. Tema stadium general yang dipilih PD IPM Kota Surabaya relevan dengan brandingnya yaitu mengenai Pelajar Organik. Di akhir pemateri mengatakan “Jadi pada intinya pelajar organik itu kita turun menyatu dengan masyarakat, bahwa hakikatnya pelajar itu bukan mengajari tapi dalam proses mengajar dikampung-kampung masyarakat pelajar itu belajar supaya faham tentang keadaan masyarakat”, ujar Syahrul. (Deni/Alda)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *