Lompat ke konten

Milad Kompas PM Dipenuhi Banyak Harapan

IPMJATIM.OR.ID – Komando Pasukan Pelajar Muhammadiyah (Kompas-PM) adalah komunitas yang dulu didirikan oleh PD IPM Bojonegoro periode 2015-2017, Kompas-PM Resmi berdiri pada tanggal 28 Agustus 2016. Pasukan ini dibentuk melalui proses yang tidak mudah, mulai dari perekrutan, seleksi, dan pembaretan. Pembaretan pertama Kompas-PM dilaksanakan di Bumi Perkemahan Maibit Tuban yang diikuti oleh 10 orang dan gugur 1 orang.

Kini, Kompas-PM telah berusia 5 tahun, Ahad (29/08). Banyak harapan yang diberikan kepada Kompas-PM. Dedi Kurniawan, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur berpesan, Kompas-PM dalam situasi apapun tidak boleh mengingkari segala bentuk ikrar yang pernah diucapkan.

“Kompas-PM kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaannya tidak ada satupun alasan bagi kita untuk mengingkari segala bentuk ikrar yang pernah kita ucapkan,” tuturnya.

Ia juga berpesan untuk mengibarkan bendera Kompas-PM ini di seluruh daerah, cabang, dan ranting yang ada di Jawa Timur. Jika memungkinkan, ia mengatakan untuk mengibarkan bendera Kompas-PM ini di seluruh penjuru Indonesia.

Salman Fajrus Sobakh, Ketua Bidang ASBO PW IPM Jawa Timur juga mengutarakan harapan nya, “Semoga menjadi komunitas yang selalu memberi inspirasi di seluruh pelajar Jawa Timur ataupun seluruh Indonesia, tetap tingkat kedisiplinan dan kemandirian dan jadilah kreatif”.

Azriel Syaffa Riski Panjalu, mantan komandan Kompas-PM yang kerap dipanggil Azriel mengatakan bahwa Kompas-PM ini adalah komunitas yang netral. “Kompas-PM ini adalah komunitas yang tidak berpolitik di dalam IPM atau di manapun karena Kompas-PM ini adalah pasukan netral,” tuturnya.

“Semoga Kompas-PM bisa bangkit lagi, bisa lebih kuat dari sebelum-sebelumnya, bisa menjadi garis depan daripada militansi, gambaran kedisiplinan daripada pelajar Muhammadiyah baik di Jawa Timur maupun di Indonesia nanti,” harapnya.

Sedangkan komandan baru Kompas-PM, Reza mengatakan, “Jangan berhenti sampai di sini kita masih harus melalui proses yang panjang untuk membawa Kompas-PM ini lebih baik lagi dan kita harus merawat Kompas-PM hingga nanti”. (Mahes)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: