Lompat ke konten

Moh. Mudzakkir : Milenial Harus Memanfaatkan Ruang Media Sosial

IPMJATIM.OR.ID – Pelatihan Kader Madya Taruna Melati 3 (PKMTM3) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur berlangsung via Zoom Meeting. Meskipun materi diberikan secara daring pada pagi hari, para peserta tetap antusias mengikuti materi. Acara tersebut dihadiri oleh 40 peserta PKMTM 3, Sabtu (24/4).

Pada hari kedua di pekan kedua, agenda PKMTM 3 adalah mengikuti materi tentang “New Social Movement : Clicktivism, Salcktivism, and “Real” Social Change” yang disampaikan oleh ketua umum Pimpinan pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) 2006 – 2008, Moh. Mudzakkir.

Dalam materinya, Mudzakkir menjelaskan bahwa gerakan sosial atau social movement adalah suatu upaya kolektif untuk memperjuangkan kepentingan bersama melalui tindakan kolektif diluar lingkungan lembaga-lembaga yang mapan. “Gerakan sosial adalah suatu upaya kolektif untuk memperjuangkan kepentingan bersama atau tujuan bersama melakuk tindakan kolektif (Collective Action) diluar lingkungan lembaga-lembaga yang mapan,” jelasnya.

“Tidak hanya itu, gerakan sosial juga sebagai aktivitas sosial berupa gerakan kolektif yang berjumlah besar atau kecil yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan nilai-nilai perubahan sosial,” tambahnya.

“Gerakan sosial lama dengan gerakan sosial baru tentunya memiliki ciri yang berbeda. Ciri gerakan sosial lama memiliki struktur organisasi, ada dasar pemikiran yang digunakan sebagai landasan perjuangan atau ideologi dan harus memiliki identitas yang jelas dan dikenal oleh khalayak umum. Sedangkan ciri gerakan sosial baru (GSB) ialah meningkatkan orientasi ideologis yang melekat kuat pada gerakan sosial lama, melalui jargon anti kapitalisme, Revolusi kelas, dan Perjuangan kelas. GSB menolak asumsi Marxian bahwa semua perjuangan dan pengelompokan didasarkan atas konsep kelas,” paparnya.

Dia mengatakan bahwa media sosial sebagai media transformasi gerakan sosial, “Transformasi gerakan sosial melalui fasilitas media sosial. Media sosial adalah alat pengorganisasian, namun tanpa ada gerakan fisik yang mengikutinya,” ungkapnya.

Pemateri juga mengatakan bahwasanya media sosial tidak mampu melahirkan gerakan sosial. Maka anak muda ini yang harus memanfaatkan ruangnya, “media sosial tidak mampu melahirkan gerakan sosial. Maka anak muda ini yang harus memanfaatkan ruang ini,” tuturnya. (Mahes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *