Lompat ke konten

Musywil yang Mencerdaskan: Narasi Membangun Forum Akal Sehat untuk IPM Jawa Timur Bermartabat

Oleh: Alfa Rezky Ramadhan*

IPMJATIM.OR.ID – Musyawarah tertinggi IPM Jawa Timur yang diselenggarakan di Lamongan mengusung tema dengan tiga substansi utama. Terbingkai dalam tiga frasa yaitu Manifestasi Dakwah Pelajar, Menajamkan Pena Gerakan, dan Meretas Tantangan Zaman. Tulisan singkat ini tidak akan membedah tema tersebut, namun akan mengulas tuntas makna terselubung dibalik tiga frasa tersebut sekaligus mengulik kepentingan-kepentingan yang tersirat di dalamnya.
Sesuai dengan tesis Azaki Khoirudin, bahwa gerak langkah, karakter bahkan ideologi IPM dipengaruhi oleh rezim intelektual yang memiliki kewenangan dalam perumusan materi permusyawaratan. Adanya elit intelektual ini lebih baik dibandingkan elit politik di IPM. Namun impian sebenarnya adalah IPM harus memiliki elit politik yang intelektualis. Semua anggota IPM memiliki potensi politik, karena tanpa potensi tersebut mustahil bisa menduduki kursi kepemimpinan. Agar impian tersebut tercapai dibutuhkan sebuah forum permusyawaratan yang berkualitas. Sebuah forum yang diramaikan oleh intrik akal sehat dan menjauhi intrik dramatis yang kurang substansial.
Intrik-intrik akal sehat ini lah yang seharusnya menjadi pondasi elit IPM dalam memainkan forum permusyawaratan. Akal sehat yang selalu dijaga dengan wawasan yang luas dan rasional akan meminimalisir tekanan psikologis dalam forum sehingga tercipta kondusifitas forum. Dengan begitulah, musyawarah wilayah yang ke-21 ini akan sesuai harapan yaitu sebagai forum yang mencerdaskan bukan memusingkan.
Dinamika kritis ala seorang ploretar sangat diperlukan di dalam forum ini. Namun juga harus memiliki pondasi ala seorang borjuis dalam berargumen. Argumentasi kritis harus berbanding lurus dengan karya yang sudah dicapainya. Mengkritik struktural pimpinan di atasnya tanpa memandang balik realitas pimpinannya sendiri merupakan sebuah arogansi kepemimpinan yang tentu akan merugikan banyak sisi.
Membahas terkait substansi materi yang diusung dalam Musywil XXI IPM Jawa Timur ini, tidak afdhol apabila tidak menilik kebelakang bagaimana kebijakan IPM Jawa Timur dalam membangun karater pergerakannya. IPM Jawa Timur merupakan yang paling konsisten dalam mengawal implementasi agenda aksi yang diputuskan dalam Muktamar XX dan Tanwir Martapura dibandingkan dengan Pimpinan Pusat IPM yang merubah nomenklatur agenda aksi dalam Muktamar XXI. Hal ini terlihat dalam perumusan materi Muktamar XXI dan Musywil XXI IPM JawaTimur. Di dalam Muktamar XXI, hasil keputusan yang diperoleh adalah manifestasi agenda aksi sehingga terlihat seperti agenda aksi yang baru dan terjadi penyempitan substansi agenda aksi. Namun dalam Musywil XXI, IPM Jatim tetap konsisten mempertahankan empat agenda aksi yang bahkan dipertajam tanpa merubah nomenklatur yang sudah ter-branding sampai ke akar rumput. Apabila nomenklatur tersebut dirubah dalam jangka waktu hanya dua tahun, akan memberikan efek kebingungan kepada Pimpinan Ranting dan Cabang. Karena agenda aksi tidak mungkin secepat itu terimplementasikan di tataran akar rumput.
Selain itu, gerak langkah IPM Jawa Timur sebenarnya selangkah lebih maju dari pada Pimpinan Pusat IPM. Apabila Muktamar XXI IPM mengusung komunitas sebagai inti materinya, IPM Jawa Timur sudah mengimplementasikan dan memiliki banyak komunitas. Materi Muktamar XXI kemarin, masih berpondasi kepada analisis permasalahan hasil diskursus antar elit intelektual. Namun di Musywil XXI IPM Jawa Timur, berpondasi tidak hanya kepada opini elit intelektual tapi juga berpondasi kepada hasil riset. Fakta-fakta seperti ini yang harus dipertahankan oleh seluruh kader IPM Jawa Timur. IPM Jawa Timur harus memiliki semangat yang terdepan dalam membangun gerakan dan menjadikan IPM Jawa Timur sebagai pedoman arah gerakan IPM Nusantara.
Misi besar dan arogansi intelektual ini harus menjadi semangat dalam permusyawaratan yang mencerdaskan ini. Sehingga gerakan politik IPM Jawa Timur akan bernuansa berkeilmuan yang dibuktikan dengan karya nyata. Seperti inilah seharusnya wujud IPM Jawa Timur, wujud yang bermartabat dan menjunjung tinggi keilmuan serta agresif dalam pengimplementasian gerakan. Semangat inilah yang menjadi kepentingan terselubung dalam tema musywil yang mencerdaskan ini, yaitu menjunjung tinggi martabat IPM Jawa Timur di kancah nasional maupun global.

*Penulis merupakan Ketua Tim Materi Musywil XXI IPM Jawa Timur dan juga Anggota Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur periode 2016-2018.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: