Lompat ke konten

PC IPM Bojonegoro Gelar Talkshow Kebangsaan : Kapasitas Pemuda Dalam Restorasi Sosial Dan Bangsa

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Bojonegoro Kota menggelar acara Talkshow Kebangsaan. Mengusung tema “Kapasitas Pemuda dalam Restorasi Sosial dan Bangsa”, Sabtu (3/9). Bertempat di Gedung Aula SMA Negeri 2 Bojonegoro.

Acara yang diinisiatori oleh PC IPM Bojonegoro Kota ini juga menjadi ajang silaturrahim antar kalangan pelajar se-Bojonegoro.

Hadir langsung sebagai pemateri, Sukur Priyanto SE MAP Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Nafis Zamani Alfiansyah Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur, Ahmad Jamaluddin Husain Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Bojonegoro, dan Dialif Naufal Candra Ketua OSIS SMA Negeri 2 Bojonegoro, dan seluruh kalangan pelajar se-Bojonegoro.

Pembahasan Talkshow Kebangsaan ini menitikberatkan pada peran dan kapasitas pemuda dalam merestorasi kehidupan sosial dan bangsa. “Upaya yang harus dilakukan pemuda adalah melakukan kebaikan dalam skala terkecil dahulu lalu membuatnya bertingkat setapak demi setapak. Dalam melakukannya. Seorang pemuda harus memiliki value dalam segala hal,” ungkap Nafis dalam pemaparannya.

Ahmad Jamal, Ketua Umum PC IPNU Kabupaten Bojonegoro menambahkan, “Pemuda itu kekuatan, pemuda itu enerjik. Isu sosial yang berkembang di masyarakat harus menjadi perhatian penuh pemuda. Tantangannya, apakah kita mau?”.

Kehidupan pasca pandemi covid 19 menciptakan reformasi yang besar dalam dunia pendidikan. Dialif Naufal, Ketua OSIS SMA Negeri 2 Bojonegoro, menyatakan bahwa kehidupan pasca pandemi membuat para pelajar harus kembali beradaptasi dengan lingkungan yang semula ditinggalkan. “Inilah saatnya kita kaum pelajar harus kembali mencari kesibukkan setelah kita divakumkan dari dunia pergerakan selama 2 tahun,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menaruh perhatian khusus terhadap isu pemuda ini. Hal ini disampaikan oleh pemateri dalam pemaparannya, “Harapan pemerintah linear dengan kesejahteraan pelajar kedepannya. Kita ingin para pelajar itu bisa maju, bisa ikut membangun Bojonegoro. Kita bikin supaya pelajar dan pemuda ini eksis dan membawa perubahan yang luar biasa. Karena merekalah yang akan menggantikan kami para pimpinan di tahun-tahun kedepan”.

Kontestasi politik menjadi bahasan selanjutnya. Nafis mengatakan bahwa kontestasi politik adalah apa yang menjadi kebutuhan kita. Ia menghimbau bahwa kontestasi tersebut harus mengedepankan kebutuhan dan apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. “Pemuda harus ambil bagian di dalamnya. Seberapa pengaruh diri kalian terhadap lingkungan sekitar. Karena politik adalah urusan pengaruh-mempengaruhi,” tambahnya.

“Nilai kebutuhan adalah prioritas utama dalam kontestasi politik, sosial, dan sebagainya. Lakukanlah upaya penelitian tentang kebutuhan lingkungan sekitar kita sehingga nantinya apa yang dibutuhkan oleh lingkungan bisa kita suarakan nantinya,” tutupnya. (Kelana Yudinta Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *