Lompat ke konten

PD IPM Kabupaten Nganjuk Gelar Kajian Tentang Surah Al-Ma’un

IPMJATIM.OR.ID-Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan Kajian Rutin, Ahad (05/02/2023). Berlangsung di Masjid Jannatun ‘Aliyah Dusun Gaeng, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan Kajian Rutin ini merupakan salah satu program kerja dari Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) PD IPM Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini juga menjadi kegiatan perdana dari Bidang KDI PD IPM Kabupaten Nganjuk Periode 2021-2023.

Kegiatan kajian tersebut mengusung tema yaitu “Menggugah Kepedulian Sosial Umat : Telaah Terhadap Surah Al-Ma’un”. Memiliki makna mampu menjadikan masyarakat Islam yang memiliki kepedulian terhadap sosial umat dan mengambil hikmah dari isi kandungan dan Surah Al-Ma’un ayat 1-7.

Kajian ini dihadiri oleh kader PC IPM Kecamatan Nganjuk, PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, PR IPM SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk, PR IPM SMK Muhammadiyah 3 Nganjuk, beserta perwakilan dari jajaran PD IPM Kabupaten Nganjuk. Kajian tersebut disampaikan oleh Ustadz Sholikin, Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Wilangan. Pemateri dipandu oleh moderator bernama Annisa’ Yasfa Azzahra, Ketua Bidang KDI PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk.

Pemateri menerangkan, “Surah Al-Ma’un ini menggambarkan tentang kemunafikan, ketidaktulusan, dan kepura-puraan. Merekalah orang yang tidak mau memberi makan orang miskin, menghardik anak yatim, dan enggan memberikan bantuan”. Ia juga menambahkan bahwa arti dari Surah Al-Ma’un sendiri menerangkan tentang sifat dan watak manusia yang dianggap mendustakan agama dengan perilakunya sendiri. Seperti mengumpat, menelantarkan anak yatim, tidak melakukan sedekah dan menghasut orang lain agar tidak menyantuni fakir miskin Dan Surah ini juga berkaitan dengan kepedulian umat Islam terhadap masyarakat sosial.

Selain itu, Surah Al-Ma’un tentu memiliki keutamaan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan sosial. “Kandungan dari surah ini dapat disimpulkan bahwa Surah Al-Ma’un bisa kita jadikan sebagai peringatan bagi umat Muslim. Supaya senantiasa memiliki sifat yang baik pada anak yatim dan tidak mendzoliminya,” paparnya. Kandungan lain yang terdapat di dalam Surah Al-Ma’un yaitu menegaskan agar umat Islam tidak boleh memiliki sifat sombong, munafik dan riya’. Tertulis jelas dalam Surah ini yang mengingatkan kita sebagai umat Muslim untuk menolong sesama dan selalu mengerjakan salat dan menunaikan zakat, agar terhindar dari kejahatan.

Dari materi yang telah disampaikan, terdapat ciri-ciri orang yang mendustakan agama, yang pertama yakni suka menghardik anak yatim. Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh salah satu atau kedua orang tuanya. Jadi, jika ada orang yang mengaku beragama islam, tetapi suka menghardik anak yatim, berarti ia sengaja mendustakan agama.

Yang kedua, menurut pemateri adalah orang yang tidak mengajurkan memberi makan kepada orang-orang miskin. “Allah menegaskan lebih lanjut sifat pendusta itu, yaitu ia tidak mengajak orang lain untuk membantu dan memberi makan orang miskin. Yang ketiga orang yang lalai dalam salatnya karena salat adalah ibadah yang wajib dikerjakan umat Islam. Selanjutnya adalah orang yang salatnya riya’ atau ingin dipuji. Yang terakhir, orang yang enggan memberi bantuan dengan barang-barang berguna.

Pemateri pun menyampaikan, “Alhamdulillah, saya melihat kaum remaja di IPM Nganjuk ini masih antusias dalam mengkaji, menyiarkan agama Islam dengan kajian Al-Qur’an, sekaligus berusaha untuk mengamalkannya”.

“Semoga kegiatan yang positif ini terus dikembangkan dan di praktekan. Yang nantinya Insya Allah akan menghasilkan kebaikan. Dan untuk kader-kader IPM Nganjuk tetap istiqomah dalam berorganisasi dan beribadah. Karena itu merupakan kunci kesuksesan dunia dan akhirat,” tuturnya. (Septi Sartika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *