Lompat ke konten

PD IPM Pasuruan Mengadakan Kajian Bertema Virus Merah Jambu

IPMJATIM.OR.ID-Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Pasuruan mengadakan kajian dengan tema, “Kamu, dan Virus Merah Jambu”. Bertempat di Gedung Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Pasuruan. Ahad, (28/02/2021).

Dalam kajian yang digawangi oleh Bidang Ipmawati ini, menghadirkan Aysha Vio Islamwell dari IMM Pasuruan Raya dan Firda Rakhmayanti Bidang KDI PW IPM Jawa Timur. Adapun menjadi moderator Nissa Yumardi. Acara ini dihadiri oleh delegasi masing-masing ranting dan peserta umum.

Ipmawati Vio dalam paparannya menyampaikan adanya perilaku yang timbul setelah seseorang merasakan jatuh cinta. Menurutnya ketika remaja jatuh cinta, dia cenderung berperilaku buruk.

“Perilaku itu ditujukkan dengan hal-hal seperti, jantung berdebar-debar, fantasi yang berlebih, dan terus menerus memikirkan sosok yang disukai. Kondisi ini akan semakin menjadi ketika seseorang yang dilanda virus merah jambu ini masih memiliki jiwa labil sehingga terbawa dibergai kegiatannya,” paparnya.

Instead, yang harus dilakukan adalah kendalikan perasaan, pahami Ikhtilat (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan), sibukkan diri dengan ibadah dan aktivitas yang bermanfaat.

Sedangkan, Firda Rakhmayanti lebih menjelaskan tentang konsep taaruf dalam Islam. Dalam penjelasannya, dia menyampaikan bahwa taaruf harus dilakukan dengan memenuhi syarat dan mengikuti alurnya.

“Taaruf itu usaha untuk saling mengenal. Taaruf dalam pengertian ini adalah menjalin hubungan sebaik-baiknya untuk bisa memahami karakter masing-masing dan saling menjaga menjaga kehormatan dan martabat satu sama lain,” ungkapnya.

Dalam sesi pertanyaan, muncul pertanyaan dari Yulia Dewi ketua PD IPM Pasuruan, dia memberi pertanyaan menarik. Yaitu tentang siapakah yang harus lebih dulu mengungkapkan perasaannya, jika seseorang mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis.

“Apakah harus mengungkapkan perasaannya atau menunggu ungkapan perasaan dari laki-laki,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan ini, Firda menyampaikan bahwa kodrat seorang perempuan adalah menerima ungkapan perasaan dari laki-laki, namun mereka berhak untuk mempertimbangkannya. (Iqbal/Cacha).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *