PDM Kabupaten Nganjuk Berikan Pesan Kader Muhammadiyah Harus Menjadi Al-Faruq

Musyawarah Daerah VXII PD IPM Kab. Nganjuk digelar. Dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kts, PC IPPNU, PDA, PDM, PDPM Kab. Nganjuk, PW IPM Jatim dan juga PD IPM Trenggalek. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Kertosono, Jum’at (17/12/2021).

Acara diawali dengan penampilan dari Tapak Suci Muhammadiyah Kertosono yang sangat meriah dan dilanjut dengan sambutan-sambutan. Pada sambutan acara oleh Ketua Umum PD IPM Kab. Nganjuk, Nur Wahyu Setyawan memberikan sebuah harapan kepada para kader IPM Nganjuk bahasanya yang pertama adalah sifat kaderisasi, “Sifat kritisnya jangan sampai hilang karena itu adalah ciri khas dari kaderisasi IPM itu sendiri. Kemudian harapan yang kedua adalah IPM yang murni kaderisasi muhammadiyah jangan sampai dimasuki oleh orang yang tidak berkepentingan, dan Musyda kali ini jadikanlah Musyda yang bertarung ide dan gagasan bukan bertarung politik”.

Pada sambutan selanjutnya oleh Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Nafis Zamani Alfiansyah yang memberikan pujian dan juga semangat kepada para kader, “Nganjuk memiliki segudang AUM yang cukup besar dan membutuhkan perjuangan support dari teman-teman semua. Jadi marilah kita berjuang bersama muhammadiyah untuk mengawal AUM-AUM agar mampu bertahan dan maju. IPM Jatim mulai menyongsong aktualisasi yang berarti buatlah suatu gerakan-gerakan Yang berkolaborasi bersama bukan lagi bertitik di IPM atau lingkungan Muhammadiyah, sudah saatnya kita keluar kandang jangan hanya jago di kandang. Karena tujuan kita adalah mencerdaskan bersama agar mampu membuat program kerja atau gagasan yang merangkul tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah namun seluruh nya”.

Sebelum membuka acara PDM Kab. Nganjuk, Syaifullah berpesan, “Kader Muhammadiyah harus mampu menjadi al faruq yakni mampu memilah yang haq dan yang batil. IPM juga harus mampu memiliki dan membangun nilai ketaqwaan, keilmuan, akhlaq lalu kita sebarluaskan agar lebih intens mengena pada para kader, karena wajah-wajah kita saat ini adalah wajah-wajah Muhammadiyah nanti”. Acara Musyda XVII ini dibuka dengan bacaan basmallah bersama-sama dan diakhiri penampilan tari dari SMK Muhammadiyah 1 Kertosono.

Tinggalkan Balasan