Lompat ke konten

Pelajar Dan Harapan Baru Politik Indonesia

IPMJATIM.OR.ID – Mendengar kata politik mungkin sudah terbayang tentang kekuasaan, kecurangan, bahkan uang sebagai alat pemuas Politik. Dalam bahasa Arab Politik disebut Siyasah, dalam bahasa Yunani disebut Politikos yang mana berhubungan dengan warga negara. Kamus besar bahasa Indonesia mengartikan Politik adalah segala urusan yang berkaitan tentang ketatanegaraan ataupun segala urusan dan tindakan mengenai kebijakan dan siasat. Dalam hal ini politik tentu memiliki pengertian yang luas dan tidak hanya diartikan sebagai ajang pilih memilih penguasa atau ajang bagi-bagi uang sebagai syarat berlakunya politik.

Manusia sebagai makhluk yang bermasyarakat tidak akan bisa melepaskan diri sepenuhnya dari politik. Aristoteles mengungkapkan teori bahwa manusia itu zoon politicon “zoon” diartikan hewan dan “politicon” diartikan bermasyarakat, zoon politicon berarti hewan yang bermasyarakat, dalam konsepnya Aristoteles ingin menerangkan bahwa manusia merupakan makhluk yang dikhodratkan untuk hidup dengan bermasyarakat dan berinteraksi dengan manusia lainnya. Implikasi dari itu semua manusia harus bermartabat dan beretika dalam bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain untuk membedakan manusia dengan hewan. Dalam bersosial masyarakat pun tidak akan pernah bisa terlepas dari hal politik.

Penulis mengatakan bahwa manusia telah berpolitik sejak manusia dilahirkan, dan politik secara sederhana penulis artikan sebagai proses mempengaruhi dan dipengaruhi. Misalkan ketika bayi lahir bayi akan menangis, maka orang tua akan merespon hal tersebut dengan segera membersihkan bayi ataupun memberikannya air susu. Respon yang dilakukan orang tua merupakan dampak dan keberhasilan bayi mempengaruhi orang tua untuk segera mengurusnya. Bayi bisa dibilang telah melakukan proses politik dalam kehidupannya walaupun tanpa sadar dan bayipun telah telah bersosial dan bermasyarakat untuk pertamakali minimal dengan orang tuanya dan bidan atau dokter yang membantunya lahir didunia.

Kemudian, agar berbeda dengan hewan, manusia perlu beretika atau memiliki akhlak, bertingkah laku dengan baik dalam hal politik. Politik etis atau politik yang beretika menjadi hal utama yang harus segera diwujudkan dan diimplementasikan di negara Indonesia, minimal dimuali dari masyarakat yang berpolitik secara etis kepada sesama manusia. Cara paling sederhana manusia berpolitik etis kepada sesama manusia dengan bertingkah laku, dan bertindak atau bersikap baik,ramah, jujur, adil, tanggung jawab kepada sesama manusia. Dengan memulai hal-hal kecil tersebut perilaku manusia akan terbentuk dan akan siap untuk melakukan politik yang lebih besar yaitu politik untuk memperoleh kekuasaan.

Pelajar sebagai bagian dari masyarakat yang tidak bisa dipisahkan, mempunyai andil besar dalam perjalanan seseorang dari satu titik ke titik berikutnya. Maka dalam sukses mewujudkan wajah baru politik Indonesia yang lebih beretika pelajar menjadi tumpuan utama untuk mewujudkan itu semua. Tentu hasil dan Dampak serta implikasi paling besar dapat dirasa beberapa tahun kemudian.

Agama menjadi Fundamental Value untuk beretika dalam politik. Agama mengajarkan sebuah nilai untuk selalu berakhlak baik kepada seluruh makhluk. Pelajar khususnya pelajar Muhammadiyah telah menjadikan agama sebagai Fundamental Value dalam setiap pergerakan dan sikap sosialnya. Bahkan akhlak mulia telah ditanamkan dan di doktrinasi melalui mars yang dinyanyikan dan dihafal oleh seluruh pelajar muhammadiyah.

Pelajar menjadi harapan baru politik Indonesia saat ini, dan pelajar tidak boleh buta akan politik. Pelajar harus memahami politik secara mendalam, baik politik politik secara idealis bahkan realitas. Adapaun permasalahan – permasalahan realitas politik Indonesia yang menjadi problem dan dapat melunturkan idealisme politik Pelajar harus disikapi secara bijak oleh pelajar. Misalkan permasalahan golput, “daripada memilih kedua paslon yang tidak jelas mending saya golput”, perlu diketahui sistem pemilihan umum di Indonesia berdasarkan jumlah suara yang masuk dan terbanyak, artinya misalkan pemilih suatu kota 500 pemilih, dan yang golput hanya 50 atau dibuat besar 400 maka 100 orang yang tidak golput menjadi suara yang sah, serta paslon tetap akan terpilih dan memimpin. Kemudian masih terdapat banyak lagi permasalahan – permasalahan realitas tentang politik yang ada di Indonesia dan harus disikapi secara bijak khususnya pelajar.

Pelajar dan generasi sekarang ini menjadi tumpuan atas perubahan bagi Indonesia kedepan. Bonus demografi yang akan datang harus dimanfaatkan secara penuh oleh generasi muda agar keadaan Politik Indonesia lebih baik. Pendidikan politik kepada generasi muda Indonesia harus dimasifkan agar tidak terbawa arus dalam realitas-realitas kurang baik politik. Harapan baru politik Indonesia adalah pelajar, dengan menanamkan sebuah nilai untuk menjalankan politik etis dengan nilai dasar Agama. Maka organisasi kepelajaran baik dari NU dan Muhammadiyah atau ormas lain memiliki peran besar untuk sama-sama mencerdaskan dan mencerahkan pelajar tentang politik. Agar pandangan pelajar tentang politik tidak sempit dan hanya terbatas tentang pengertian “politik adalah kekuasaan”, “politik adalah bagi-bagi uang”, “politik adalah soal mencoblos” dan sebagainya.

Oleh :

Fendy Eko Hardiawan

Sekretaris Umum PD IPM Ponorogo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *