Lompat ke konten

Pelajar Muhammadiyah, Siapa Idolamu?

IPMJATIM.OR.ID – Pada masa digitalisasi sekarang kepribadian sesorang bisa dilihat dari media sosialnya. Apa yang diposting, apa yang dilike, apa yang difollow, atau juga apa yang dibagikan. Semudah itu untuk mendiskripsikan kepribadian dari setiap individu secara kasat mata. Tanpa bertatap muka, kepribadian manusia bisa dilihat dari media sosialnya. Mulai dari organisasi yang diikuti, club sepak bola yang disukai, tokoh yang disukai, bahkan sampai pada kebiasaan yang disukai bisa dilihat dari apa yang difollow di media sosialnya. Sudah tentu apa yang difollow adalah sebuah hal yang disukai.

Media sosial menjadi arus besar dalam menentukan kepribadian dan cerminan bagi setiap individu. Pun juga Media sosial sangat mudah membawa arus bagi pelajar untuk mengikuti hal yang sedang trend dan booming. Seperti halnya fenomena hijrah, yang sebelumnya sudah dibahas dalam opini yang ditulis Nashir Efendi Ketua Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur. Secara spesifik fenomena tersebut berdampak positif maupun negatif pada pelajar akibat kekuatan fenomena tersebut di media sosial.

Dalam KBBI idola adalah orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan. Secara sederhana idola bisa diartikan sebagai sosok pujaan atau cerminan dari setiap pribadi. Pada massa ini tidak perlu individu untuk menjelaskan siapa tokoh idola dalam hidupnya, hal terbut sudah bisa terlihat dari siapa tokoh idola yang difollow dalam media sosial. Pemilihan idola (following) menjadi sebuah pilihan krusial untuk menentukan kepribadian seseorang. Postingan yang difollow akan menjadi suplement disetiap harinya, karena tanpa disuruh postingan tersebut akan muncul dalam beranda media sosial.

Hal yang miris adalah ketika pelajar Muhammadiyah keliru (salah) dalam memilih idola atau memfollow akun. Hal tersebut akan menjadikan kepribadian atau bahkan ideologi pelajar Muhammadiyah akan goyah bahkan berubah. Seperti halnya akun ustadz atau kyai siapa yang difollow pelajar Muhammadiyah? Hannan Attaki, Prof. Haidar Nashir, atau ustadz lainnya?. Dalam tokoh muda, siapa akun yang difollow pelajar Muhammadiyah? Hafizh Syafa’aturrahman, Dedi Kurniawan (hehe), Taqy Malik, atau yang lagi trend Rey Mbayang?.

Bukankah banyak akun tokoh Muhammadiyah atau tokoh muda Muhammadiyah yang lebih layak kita follow daripada memfollow akun nikah muda, tokoh muda yang menyuarakan bahkan mempercontohkan nikah muda bahkan mempertontokan kemesraan yang belum pantas pelajar Muhammadiyah mengetahui dan melakukan?. Bukankah lebih baik pelajar Muhammadiyah lebih layak untuk memfollow akun yang bernuansa keagamaan dan keilmuan?.

Teruntuk pelajar Muhammadiyah, tentukan kepribadianmu dari tokoh idolamu (Follow)!!.

Oleh :

Dedi Kurniawan

Ketua Umum PW IPM Jawa Timur periode 2018-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *