Lompat ke konten

Pembukaan KONPIDA Bojonegoro: Harus Mampu Menjadi Kader Yang Tidak Keder!

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Bojonegoro gelar Pembukaan Konferensi Pimpinan Daerah (KONPIDA), Mengusung tema, “Embracing the New Era of IPM Bojonegoro Reflective Movement,” dan Simposium Perkaderan dengan tema, “Garis Haluan Pergerakan Berkelanjutan Bertempat di Perguruan Muhammadiyah Banjaranyar-Boureno. Ahad, (04/06).

Dihadiri oleh PD Muhammadiyah Bojonegoro, Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur, PD ‘Aisyiyah Bojonegoro, Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Baureno, PC ‘Aisyiyah Baureno, Kepala MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar.

Nasarudin Yusma Ketua Pelaksana menyampaikan ada 100 peserta delegasi dari seluruh Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting se- kabupaten Bojonegoro. Dia berharap dengan adanya Konpida ini kedepannya mampu memberi warna baru dalam gerakan, harmonitas disetiap anggotanya, dan evaluasi PD untuk setengah periode kedepan.

Sementara Ketua Umum PD IPM Bojonegoro periode 2021-2023 Muhammad Iqbal berharap dengan terlaksananya Konferensi Pimpinan Daerah dapat merefleksi seluruh anggota PD IPM Bojonegoro, dan disetengah periode kedepan mampu mengevaluasi lebih baik.

Dalam sambutannya M Tajuddin Al Afghani, ketua Majlis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Bojonegoro menyampaikan bahwasanya jadi kader IPM harus menjadi Pelopor, Pelangsung, Penyempurna Amanah seperti yang telah tertulis dalam lirik mars IPM.

Dia berpesan bahwa harus menjadi kader yang tidak keder (takut) ketika menghadapi yang bukan kader, “kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah harus berani melawan hal-hal yang salah dan memperjuangkan kebenaran,” pesannya.

Sementara itu PW IPM Jawa Timur yang diwakilkan oleh Faishal Backtiar Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur menyampaikan bahwasanya, Konferensi Pimpinan Daerah ini adalah kegiatan satu tahunan untuk evaluasi Pimpinan Daerah atas kinerja yang dicapai selama satu tahun masa jabatannya.

Dalam hal ini faishal berpesan untuk pimpinan harus bisa menjadi pimpinan yang mau dikritik untuk Gerakan Pimpinan kedepan. “Jadi Pimpinan harus siap dikritik, demi evaluasi dan memperbaiki Gerakan kedepannya,” pesannya. (Mhs)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan