Lompat ke konten

Daun Kelor Antarkan Tiga Kader IPM SMAMIO Meraih Silver Medal

IPMJATIM.OR.ID-Seperti pada umumnya, untuk menjadi yang terbaik dalam ajang nasional, pasti akan menempuh jalan terjal.  Seperti dirasakan oleh tiga kader IPM  Smamio yang berhasil meraih silver medal olimpiade sains tingkat nasional pada ajang Online Science Project Competition (OSPC). Tiga kader itu adalah Amalia Dwi Berliyanti XI MIA 2 (Kabid PIP), Auliya Nabila Syaban XI MIA 1 (Bendahara Umum), dan Arina Felisia Rahma X MIA 3 (Anggota Advokasi).

OSPC merupakan sebuah kegiatan sains proyek penelitian berbasis online dalam bidang biologi, fisika, kimia, life science, dan social science. Kegiatan ini diikuti seluruh generasi muda Indonesia. Baik ditingkat SMP/MTS, SMA/MA/SMK maupun mahasiswa Universitas se-Indonesia.

Dalam publikasi dan penjurian melibatkan dosen PTN ternama dan pakar sains Indonesia sebagai  tim juri ahli OSPC. Seluruh karya harus memenuhi kriteria penilaian, mulai dari judul, latar belakang, metodologi penelitian, estetika penulisan karya, dan abstrak. Kemudian dewan juri memberikan penilaian publikasi karya penelitian melalui media online dengan ketentuan. Menariknya konten yang dibuat untuk share publikasi adalah kejelasan penyampaian, dan cara penyajian hasil penelitian. Penjurian ini dilaksanakan pada, Jumat-sabtu, (15-25/2/2020).

Kepada IPMJATIM.OR.ID Nanik Rahmawati Fuadah M Si, Pembina Inspiration Class Creative Research bercerita tentang perlombaan OSPC dan kendala selama melakukan riset. Berikut wawancara dengan Nanik Rahmawati Fuadah M Si:

OSPC itu perlombaan apa?

Nama kompetisinya OSPC (Online Science Project Competition) yang mengadakan IYSA (Indonesiam Young Scientist Association). Bentuknya berupa proyek online, mengirim mengirim jurnal penelitian ke website. Buat poster ilmiah tentang proyek penelitian, lalu diaploud di social media.

Apa saja kendala selama riset?

Kendalanya keterbatasan alat uji. Alat destilasi ataupun rotary vacuum evaporator kita belum punya. Jadi untuk menguapkan etanol hasil maserasi kami buat alat destilasi sederhana sendiri. Uji bakteri juga masih terlalu sulit karena uji antibakteri harus benar-benar steril. Bakteri uji juga sangat mahal. Jadi harus uji di Universitas terdekat.

Sementara kepada IPMJATIM.OR.ID, tim SMAMIO  yang berhasil menyabet silver medal menjelaskan keistimewaan obat kumur hasil penelitianya, persiapan mengikuti olimpiade, dan suka duka sebagai researcher sekaligus kader IPM, hingga tips untuk kader-kader IPM agar juga mampu berprestasi:

Apa sih hasil riset yang membuat kalian dapat silver medal ?

Kami membuat “formulasi obat kumur daun kelor dan (Moringa Oleifera) dan aktivitasnya sebagai antibakteri streptococcus mutants”

Apa keistimewaanya dibanding obat kumur lainya?

Antibakteri dan anti jamurnya herbal. Semuanya dari bahan yang food grade. Jadi tidak bahaya jika tertelan.

Persiapan untuk ikut olimpiade bagaimana, apa dirasa cukup atau malah sebaliknya jauh dari persiapan?

Berlianti: Persiapanya sejak bulan Januari pak, project ini sudah pernah diikutkan lomba LKTI di UISI. Sempat masuk final tapi belum juara, terus bulan kemarin ada info dari bu Nanik, kalo ada lomba OSPC dan boleh pake karya yang sudah pernah dilombakan, akhirnya coba kita ikuti.

Kisah duka sebagai researcher sekaligus kader IPM?

Berlianti: Waktu kami mau praktikum itu sering ketunda, soalnya berbarengan denga kegiatan IPM.

Arina: Dukanya ada keterbatasan alat di Lab, jadinya harus diakali pakai cara lain. Habis itu waktunya juga agak kurang, karena banyak tabrakan dengan kegiatan yang lain.

Nabilah: Iya betul, jadi kami menggabungkan beberapa alat buat destilasi sederhana. Waktu itu kami tabrakan sama kegiatan Upgrading dan persiapan try out kemarin.

Tips untuk kader-kader IPM lainya, agar juga mampu berprestasi?

Arina: kalau dari aku jangan mau buat nyoba hal baru, jangan takut juga buat ikutan lomba-lomba.

Berlianti: Jangan takut untuk mencoba, gunakan kesempatan yang ada, jangan takut gagal, karena kegagalan bisa membawa kesuksesan, kemudian yang paling utama adalah berdoa, minta restu pada orang tua, jangan membatasi pretasi dengan kesibukan berorganisasi, prestasi diutmakan organisasi dinomorsatukan

Auliya Nabila: Alhamdulilah sudah terangkum disini semua.

Dalam waktu dekat ini rencana bakal ikut lomba apalagi?

13th Natinal Young Inventors Awards (NYIA) yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Berikut persiapan langkah-langkah untuk memproses pembuatan penelitian tim riset IC CR 10

  1. Cuci dan keringkan daun kelor
  2. Haluskan daun kelor dengan blender
  3. Campur serbul daun kelor dengan etanol p.a 96%
  4. Tutup wadah menggunakan alumunium foil dan diamkan selama 5 hari
  5. Saring larutan dengan kertas saring
  6. Pisahkan etanol dengan estrak daun kelor menggunakan destilasi sederhana
  7. Membuat larutan sorbitol
  8. Membuat per 1 liter obat kumur
  9. Campurkan dengan gum Arab, peppermint, dan estrak daun kelor
  10. Rebus campuran larutan tadi hingga mendidih
  11. Diamkan hingga dingin lalu saring dengan kertas
  12. Masukkan dalam wadah kemasan
  13. Teteskan peppermint dalam setiap wadah kemasan.      (Iman Permadi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *