Lompat ke konten

Prof. Biyanto Sampaikan Kader IPM Harus Bisa Bermoderasi

IPMJATIM.OR.ID – Lokakarya Materi Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) XXII Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur dan stadium general dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting. Acara ini mengusung tema “Actualizing Infinite Innovations, Emphasizing Digital Transformation”, Sabtu (21/08).

Dihadiri oleh Wakil Sekertaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, dan 64 peserta dari Pimpinan Daerah (PD) – Pimpinan Cabang (PC) se-Jawa Timur.

Acara diawali dengan penyampaian studium general oleh Wakil Sekertaris PWM Jawa Timur, yaitu Biyanto. Dengan tema “Mengarusutamakan Moderasi, Wasahiyah Islam”. Menurutnya, moderasi adalah jalan tengah (Middle Path), sesuatu yang ada di tengah dari dua sifat buruk, pemikiran, sikap, perilaku keagamaan yang mengedepankan posisi pertengahan (Wasathiyah).

Dalam stadium general nya, Biyanto menyampaikan bahwa pendidikan penting untuk mengonter-radikalisme. “Pendidikan penting diajak mengonter-radikalisme karena pendidikan memiliki seperangkat pengetahuan, memiliki jaringan, dan pelajar mudah terpapar bahkan sebagian menjadi pelaku radikalisme,” ungkapnya.

Biyanto mengatakan bahwa kader IPM harus bisa bermoderasi. “Kader IPM harus bisa bermoderasi, di mana IPM mampu mengajak berjalan ke jalan tengah, sesuatu yang ada di tengah dari dua sifat buruk,” jelasnya. (Mahes)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: